3 dari 5 Property On Sale Pilihan MPI edisi Februari

08 February 2019 09:49

PT PP Properti Tbk. (PPRO) mengembangkan apatemen Louvin di Jatinangor sebanyak tiga menara dengan jumlah 2.000 unit apartemen. Lokasinya tepat di depan gerbang ITB atau 75 meter dari pintu gerbang ITB. Lantaran pasar yang dibidik adalah mahasiswa, apartemen yang dibangun bakal memanjakan kalangan muda ini. Itu terlihat dari berbagai fasilitas yang akan dibangun. “Akan ada wall climbing agar mahasiswa bisa salurkan energi dan kreativitasnya.

Lalu kolam renang air panas, gym, amphiteater, dan cycling track,” tutur Ronny Wuisan, Project Ambassador Louvin.
Bahkan untuk menunjang pendidikan, PPRO akan membuat co working space dan e-library yang dikerjasamakan dengan Gramedia. Jadi, penghuni bisa mengakses 20.000 judul buku dan mengunduhnya secara gratis. “Itu bagian dari smart living, smart education,” sambung Ronny.

Manager Louvin Apartmen, Fitri Hardigaluh menambahkan, bangunan ini dilengkapi dengan alat pendeteksi narkoba. Alat yang dikerjasamakan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini akan dipasangkan pada salah satu pintu masuk. “Alat ini memberikan rasa aman dan tenang pada orangtua mahasiswa,” tuturnya. Apartemen Louvin berdiri di atas tanah seluas 1,2 hektar. Tipe yang dbangun terdiri atas unit studio Dual Key Unit dan Triple Key Unit dengan harga perdana Rp300 jutaan Rencananya menara pertama sebanyak 714 unit sudah bisa diserahterimakan pada 2020.
Lovin

Easton Park Residence

PT Kalmar Jaya mengembangkan apartemen Easton Park Residence di Jatinangor. Dibangun di lahan seluas 6.272 m2, luas bangunan Easton Park Residence mencapai 49.650 m2 dengan kapasitas 1.535 unit. Ketinggian hunian vertikal ini mencapai 25 lantai dengan satu menara. Unit yang ditawarkan mulai ukuran 20 m2, 27 m2 hingga 54 m2. Harga tiap unitnya dibanderol mulai Rp 320 juta per unit sampai Rp 900 jutaan. Kalmar menjanjikan capital gain 10 persen per tahun bagi para investor yang membeli apartemen.

Easton Park

Granada

Pengembang yang berpusat di kota Batam yakni Trias Jaya Propertindo (TJP) akan mengembangkan apartemen di atas lahan seluas 6.000 m2 bertajuk Granada di Jatinangor. Djaja Roeslim, Presiden Direktur TJP mengatakan pihaknya akan membangun 800 unit apartemen dalam dua tower yang akan dilego dengan harga mulai Rp250 jutaan. “Kita akan luncurkan satu tower dulu sekitar 400 unit untuk tahap pertama, “ katanya. Djaja menilai pasar apartemen mahasiswa masih sangat bagus di Jatinamgor meskipun kompetitornya sudah cukup banyak. Itu sebabnya, TJP berani masuk ke segmen tersebut.

Adapun investasi yang disiapkan untuk pengembangan dua menara apatemen tersebut mencapai sekitar Rp200 miliar. Kedua menara apartemen tersebut merupakan bagian dari proyek mixed use yang akan dikembangkan Trias Jaya Propertindo di Jatinangor. Di sana, perusahaan memiliki total landbank atau cadangan lahan seluas 2 hektar yang akan dikembangkan dalam jangka empat tahun ke depan. Nantinya, di sana akan dilengkapi dengan sarana komersial.

Granada
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia