6 Calon Emiten yang akan Mencoba Peruntungan di Bursa (5)

20 April 2018 11:04

PT Harvest Time adalah Anak usaha dari PT Hanson International Tbk, yang akan melepas sebagian sahamnya kepada publik pada tahun 2018. Rencananya, perusahaan ini akan melepas sebanyak-banyaknya 1,86 miliar saham atau setara 15,02% dari modal disetor.

Selain menerbitkan saham, dalam penawaran umum ini, PT Harvest Time juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,67 miliar waran seri I yang setara dengan 35% dari modal disetur sebelum penawaran umum. Nantinya, setiap 100 saham baru memperoleh 197 waran seri I.

Harvest Time semula berencana menuntaskan proses IPO pada April 2018, namun ditunda pelaksanaannya hingga kuartal ketiga tahun ini. Harvest Time bahkan telah melakukan mini expose di Bursa Efek Indonesia (BEI) medio Februari 2018 lalu. Dilansir portal berita bisnis.com, Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama Hanson International, mengatakan, bahwa manajemen terpaksa menunda IPO sebab adanya kasus sengketa lahan yang menimpa Harvest Time. IPO akan kembali dilanjutkan usai persoalan hukumnya selesai.

Sebelumnya, Benny Tjokrosaputro menargetkan perusahaan bisa memperoleh dana segar sebesar Rp373 miliar hingga Rp560 miliar dari aksi korporasi ini. Sehingga, harga pelaksanaan IPO berkisar Rp200-Rp300 per saham. Seluruh dana tersebut akan digunakan untuk keperluan belanja modal, termasuk untuk membiayai pembangunan infrastruktur, bangunan, perumahan, dan sarana pendukung lainnya serta untuk ekspansi cadangan tanah perusahaan di kawasan Maja, Tangerang, Banten.

Saat ini, Harvest Time memiliki total aset kurang lebih Rp2 triliun. Salah satu proyek besar yang digarap perseroan adalah Proyek Maja Raya 1 yang merupakankerjasama dengan PT Armidian Karyatama Tbk serta PT Citra Benua Persada.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia