6 Pengembang Besar Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

02 October 2019 12:57

Jakarta, MPI-update. Koridor Timur Jakarta yang terdiri dari Bekasi, Cikarang, dan Karawang merupakan salah satu jantung penting bagi perekonomian Indonesia. Produk Domestik Bruto (PDB) yang dikontribusikan koridor itu pada 2018 mencapai Rp14,8 triliun, tumbuh 5,17% lebih tinggi dari capaian 2017.

Selain itu, setidaknya lebih dari 60% aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh koridor Timur Jakarta yang 70%-nya berpusat di Bekasi-Cikarang. Dengan luas mencapai 10.000 hektare, kawasan itu pun tumbuh menjadi pasar properti unggulan.

Koridor Timur Jakarta juga memiliki akses yang mudah, komplit, dan terintegrasi dengan tol Jakarta–Cikampek sebagai pusat pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia. Pendek kata, koridor ini ibarat paket komplit yang jika digarap serius dan terintegrasi akan semakin meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.

Enam pengembang besar menangkap peluang itu dengan membentuk Komite Koridor Timur Jakarta. Keenamnya ialah PT Summarecon Agung Tbk, PT Jababeka Tbk., PT Lippo Cikarang Tbk., PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark), PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dan PT PP Properti Tbk.

Komite Koridor Timur Jakarta dibentuk sebagai terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya di Jakarta. “Melalui Komite Koridor Timur Jakarta ini, harapannya, sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada di koridor tersebut,” kata Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur.

Ia meyakini Koridor Timur Jakarta bakal menjadi koridor yang sangat penting, karena nantinya akan saling terintegrasi hingga ke Jawa Timur melalui pembangunan infrastruktur yang masif.

Sementara itu, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S Darmono menyebut koridor timur ialah kawasan industri untuk industri menengah ringan sehingga tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Karena itu, kata dia, sangat nyaman sebagai kawasan hunian.

“Komite ini akan saling bersinergi untuk membangun bersama. Misalnya, melakukan pemasaran atau kampanye bersama untuk mendobrak image negatif yang selama ini telah berkembang di masyarakat, yaitu kemacetan dan kawasan industri,” terang Sutedja.

Dari kaca mata pengamat, menurut CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, kawasan timur Jakarta sebetulnya relatif agak tertinggal ketimbang wilayah barat Jakarta. Namun, itu dulu, sebelum adanya pembangunan infrastruktur yang masif di wilayah koridor Timur Jakarta.

“Karena itu, secara keseluruhan kawasan koridor Timur Jakarta harus di-branding atau disosialisasikan karena sangat banyak kelebihan yang dapat diekspose,” ungkap Ali.

Salah satu kelebihan yang bisa dijual, ialah dari segi geografis. Dari sisi itu, sambungnya, kawasan timur Jakarta merupakan pintu gerbang yang menghubungkan kawasan Jakarta ke berbagai kota besar yang ada di Pulau Jawa.

Hal yang sama dikatakan Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong. Ia menyebut koridor timur harus menjadi perhatian karena wilayah itu sangat lengkap dalam berbagai hal. Dari segi fasilitas pun tidak kalah dari wilayah barat.

“Karena itu AREBI menyambut baik terbentuknya komite ini karena dengan begitu dapat membuat penjualan semakin bergairah,” pungkasnya. YS