9 Rahasia Membangun Kekayaan Melalui Properti

16 January 2019 15:29

awal buku 9 Rahasia Membangun Kekayaan Melalui Properti adalah untuk memberikan gambaran dan ide bisnis kepada para milenial Indonesia bagaimana menciptakan peluang usaha baru ditengah-tengah fenomena disrupsi ekonomi.

Pada saat yang sama para pengamat dunia properti seperti meramalkan bahwa milenial atau generasi langgas akan kesulitan memiliki asset pada masa depan karena gaya hidup mereka. Adakah jalan tengah bagi mereka untuk memiliki asset sekaligus juga memiliki gaya hidup kekinian?

Jawabannya, ada! Apalagi generasi langgas ini sangat kreatif dan akrab dengan teknologi sejak kecil. Perpaduan kreativitas dan teknologi ini dapat diledakan jika dikombinasikan lagi dengan sikap mental dan jejaring bisnis. Namun di sini lain, dunia properti bakal terimbas e-Commerce dan Proptech atau Realtech. Pertanyaannya adalah siapa sajakah yang bakal buntung? Atau justru untung dengan kehadiran Proptech ini?

Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh JLL Asia Pasifik, disebutkan bahwa teknologi dan real estat menyatu dengan cara yang menarik dan akan mengubah strategi mereka dalam berinvestasi. “Ada banyak potensi untuk Proptech di Asia Pasific, di mana populasi muda, urbanisasi yang cepat dan pola pikir ‘mobile’ akan bersama-sama mempercepat pertumbuhan sektor baru ini,” tutur Anthony Couse, CEO JLL Asia Pasifik.

Secara khusus, buku yang ditulis oleh Adi Putera Widjaja yang merupakan founder Garudapreneur ini, yang penerbitannya didukung oleh perusahaan agen properti LJ Hooker Indonesia, ingin membangun kekayaan di dunia properti. Ada 9 rahasia yang dapat membuat semua yang terlibat di dalamnya mampu menggapai kejayaan dan keberuntungan. Apa saja?

Pertama, Tradisional atau Profesional, Bukan Kriminal. Tidak perlu cemas dengan perkembangan teknologi saat ini. Yang perlu dilakukan para agen properti adalah memperbaharui kemampuan dan wawasan sesuai perkembangan zaman. Saat ini ada dua jalur utama menjadi seorang broker, yakni tradisional (yang bekerja sendiri) maupun profesional (tergabung dalam sebuah perusahaan). “Mereka bebas memilih mau menempuh jalan yang mana. Hal yang terpenting adalah jangan menipu pelanggan,” kata Adi.

Kedua, Bekerja dengan Passion Agar mampu bertahan pada era disrupsi saat ini, seorang broker properti wajib memiliki passion dalam menjalani profesinya. Passion perlu didukung dengan pengetahuan, keterampilan dan pasar yang membutuhkan keahlian broker. Ketiga, Membangkitkan Potensi Antara Minat dan Bakat. Passion merupakan bahan bakar awal bagi tumbuhnya sebuah minat. Dari minat, akan membuat sesorang untuk belajar pengetahuan dan keterampilan baru demi memenuhi rasa ingin tahunya.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia