Agar Debitur KPR Korban Gempa Tidak Makin Menderita Melalui Restrukturisasi, Diskon Tunggakan Bunga dan Denda Hingga 100% , Pernyataan Lancar Bagi Debitur Hingga Hapus Buku

09 November 2018 10:39

Keringanan yang diberikan mulai dari restrukturisasi, diskon tunggakan bunga dan denda hingga 100% , pernyataan lancar bagi debitur hingga hapus buku.

Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Palu, Sulawesi Tengah pada akhir September lalu (28/9/2018) mengakibatkan ribuan rumah rusak parah. Tak terkecuali rumah yang dibeli melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Seperti pada bencana di Lombok, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan di Sulawesi Tengah untuk memberikan keringanan kepada para nasabah yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Keringanan tersebut dalam bentuk penagihan kredit kepada para debitur yang menjadi korban bencana.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan hal tersebut sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 45 tahun 2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam. “Itu nanti bisa di-rescheduling penagihannya, keterlambatan denda enggak diterapkan, intinya memberikan kemudahan bagi debitur sebab kami ada POJK nomor 45 tahun 2017,” ujar Wimboh.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lana Winayanti mengatakan, “Untuk paska gempa akan mengikuti pola yang sama. Kita mengarah ke (moratorium KPR), tunggu rumah harus dibangun kembali.”

Menurut Lana, bencana alam yang melanda kawasan Palu tidak hanya berdampak pada kerusakan rumah, tetapi kehidupan sosial ekonomi yang hilang. Oleh karena itu, kebijakan moratorium dan restrukturisasi KPR pasti akan dilakukan. “Moratoriumnya bisa sampai tiga tahun (sesuai dengan regulasi OJK).

Tenor dan lainnya adalah bagian dari restrukturisasi kredit, itu nanti akan dibahas antara debitur dengan bank, kasus per kasus,” jelasnya.

Sudah diantisipasi

Bank Mandiri belum bisa memastikan berapa total kredit di wilayah Sulawesi Tengah yang terdampak gempa bumi dan tsunami. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, saat ini pihaknya masih mendata total kredit yang jumlahnya tak sedikit. “Kita lagi identifikasi. Kan banyak ada KPR, lumayan lah, tidak kecil banget,” ujar Royke seperti dilansir Kompas.com.

Namun, Royke memastikan Bank Mandiri akan memberi keringanan bagi nasabahnya yang terkena bencana di Palu dan sekitarnya. Apalagi yang rumah dan tempat usahanya hancur akibat gempa dan tsunami. Bencana alam seperti itu, kata Roke, sudah diantisipasi Bank Mandiri. “Pasti Mandiri akan bantu meringankan beban orang yang ketimpa bencana di sana. Tidak serta merta kita tagih, orang bisnisnya sudah tidak ada, hilang,” kata Royke.

Royke belum memastikan keringanan apa yang diberikan Mandiri. Nantinya akan dilihat kasus per kasus untuk diputuskan jalan keluarnya. Salah satunya, kata dia, bisa dengan menghapus bunga. “Kita lihat nanti bagaimana, kan ada yang hilang sama sekali usahanya, ada juga beberapa yang tidak kena (bencana),” kata Royke.

Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tengah menyiapkan skema kelonggaran kredit untuk korban gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah. Kebijakan ini akan diluncurkan dalam waktu dekat. Executive Vice President of Consumer Credit Business BCA Felicia M. Simon mengatakan, perseroan melihat bencana tersebut tentu akan menyebabkan kendala bagi debitur dalam mencicil kewajiban atau kreditnya.

“Saat ini memang kita sedang menyusun skemanya untuk memberikan keringanan terhadap
para nasabah kita yang terkena bencana di Palu, dan sedang kita mintakan persetujuan ke direksi,” ujar Felicia.Ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat, skema itu segera diluncurkan
dan memberi tahu kantor cabang di Palu untuk disampaikan kepada nasabah. “Iya, (bentuknya) restrukturisasi kredit,” ujarnya.

Dijabarkannya, ada total sebanyak 338 debitur khusus KPR BCA di wilayah Palu tersebut. Namun, pihaknya masih mendata, berapa banyak nasabah yang terkena bencana atau jadi korban gempa tersebut. “Palu itu ada 338 orang debitur. Itu total debitur KPR bukan yang kena. Kita kan lagi perlu mendata juga dengan cabang setempat ada berapa sih yang kena musibah. Cuma totalnya ya itu sekitar 300-an KPR,” katanya.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia
Resensi