Apartemen Begawan Penuhi Kebutuhan Hunian Bagi Mahasiswa di Malang. Benarkah Memiliki Potensi Captive Market yang Kuat ?

01 February 2018 13:54

Dikelilingi sembilan perguruan tinggi ternama di Malang, menjadikan apartemen Begawan memiliki potensi captive yang jelas dan kuat. Siapa tak kenal Malang. Kota yang terkenal dengan apelnya, udara dinginnya dan hal-hal lain yang berdekatan dengan pariwisata ini merupakan salah satu destinasi wisata menarik di Jawa Timur. Malang bukan hanya terkenal dengan kota wisata dan kuliner, tetapi juga terkenal sebagai kota pendidikan. Saat ini Malang menjadi salah satu destinasi pendidikan terbaik di Indonesia layaknya Jogja, Surabaya, Semarang dan kota pendidikan lainnya.

Kawasan Malang kini banyak dibangun hunian vertikal. Para pengembang menyakini bahwa kebutuhan apartemen di Malang cukup besar dan perlu dipenuhi. Salah satu pengembang yang ikut mengadu peruntungan adalah PT PP Properti Tbk. (PPRO) yang mengembangkan apartemen Begawan di Jalan Raya Tlogomas,

Lowokwaru, Kota Malang. Perseroan menyiapkan investasi sekitar Rp200 miliar untuk mengembangkan satu menara apartemen Begawan berkapasitas 948 unit. Rencananya di atas lahan seluas 1,4 hektar, akan dibangun lima tower apartemen. Begawan Apartment semakin melengkapi portfolio PPRO yang spesifiknya apartemen mahasiswa, setelah sebelumnya diluncurkan apartemen dengan segmen yang sama yakni Evenciio Apartment di Depok, Jawa Barat dan The
Alton Apartment, di Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Realti PPRO Galih Saksono mengatakan, proyek Begawan Apartment menjadi proyek apartemen pertama BUMN ini di Kota Malang. “Langkah ini merupakan inovasi strategis yang diambil perseroan untuk tetap unggul dalam kompetisi bisnis properti, khususnya di Malang, Jawa Timur,” ungkap Galih.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia