Apartemen Urban Sky Hunian Berbasis TOD yang Menyasar Masyarakat Kelas Menengah di Bekasi

14 December 2018 11:18

Pertumbuhan hunian berbasis TOD saat ini semakin berkembang siginifikan. Selain dapat mendukung mobilitas tinggi para penghuninya, hunian berbasis TOD juga membuat penghuni lebih nyaman karena tak lagi dipusingkan dengan kemacetan. PT Urban Jakarta Propertindo mencoba mengadopsi konsep tersebut pada portofolio teranyarnya Apartemen Urban Sky Dewasa ini pengembangan hunian berkonsep TOD (transit oriented development) semakin menjadi pilihan.

Pasalnya, dengan konsep tersebut, proyek yang dikembangkan akan diarahkan pada titik-titik transit yang tidak hanya berfungsi sebagai sebuah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, namun juga sebagai titik berlangsungnya aktivitas perkotaan (pusat pemukiman, perkantoran, perdagangan, jasa, pendidikan, dan sebagainya). Selain itu, kawasan TOD juga akan saling terintegrasi dengan kawasan TOD lainnya karena dilengkapi dengan pusat trasportasi massal seperti commuterline. Bahkan, LRT dan MRT yang kini masih dalam proses pembangunan, sudah banyak diminati untuk dijadikan lokasi pembangunan hunian.

Saat ini ada belasan proyek residensial yang dibekali konsep TOD. Lokasinya tersebar di berbagai area Jabodetabek mulai dari Serpong, Bekasi, Bogor, hingga Jakarta. Salah satu yang mencoba peruntungan tersebut adalah PT Urban Jakarta Propertindo (UPJ) yang menggarap Urban Sky Apartment. “Menyasar kelompok masyarakat menengah, UPJ secara resmi meluncurkan 1.700 unit apartemen berkonsep TOD di tower pertama Urban Sky,” jelas Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Corporate Secretary UJP.

Di atas lahan seluas 12.650 m2, proyek dengan nilai investasi sebesar Rp1,3 triliun ini nantinya terdiri dari 2 tower setinggi 32 lantai dan merangkum 3.300 unit apartemen. “Kami juga menyediakan berbagai fasilitas dan komersial area. Misalnya, lahan seluas 4600m2 akan dijadikan area komersial serta area public termasuk sarana olah raga. Selain itu, (Urban Avenue) dan area untuk Urban Activity seperti Co-Working Space, Workshop Space, Edutainment, lalu ada sekitar 25.000 m2 area parkir (gedung), seluruhnya dibangun di atas lahan seluas 12.650 m2, “ terangnya.

Rachman menambahkan, pengembangan Urban Sky dirancang sebagai kawasan properti yang tidak hanya menyediakan hunian nyaman, namun juga mempermudah penghuni untuk mobilitas dengan adanya LRT. “Kami percaya bahwa hunian dan fasilitas dengan konsep TOD akan menjadi pilihan utama bagi para urban, yaitu kelompok masyarakat yang berdomisili di luar Jakarta dan sehari-hari bekerja, sekolah dan berkegiatan lain di kota Jakarta,” sebutnya. Terlebih, Urban Sky nantinya akan terhubung langsung dengan stasiun LRT. Dengan demikian, penghuni tidak perlu lagi menggunakan kendaran pribadi, cukup menggunakan LRT.

General Manager Pemasaran Urban Jakarta, Hilman Sani Pradhana mengungkapkan, Urban Sky menyasar kelompok masyarakat menengah yang bekerja, sekolah serta beraktivitas di kota Jakarta, namun bertempat tinggal di wilayah Bekasi atau wilayah pinggiran kota Jakarta lainnya.

“Kami menjual apartemen ini dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga dapat dijangkau oleh kalangan menengah yang berperilaku dan bergaya hidup modern, sehat, mengutamakan keseimbangan antara kerja dan kehidupan (work-life balance),” papar Hilman.

Apartemen Urban Sky menawarkan beberapa pilihan unit, di antaranya, tipe studio dengan ukuran 21 meter persegi (semi gross), 2 bedroom dengan ukuran 40 meter persegi (semi gross), dan 3 bedroom dengan ukuran 61 meter persegi (semi gross). Sementara, untuk harga dibanderol mulai dari Rp300 jutaan atau sekitar Rp13 jutaan per meter persegi.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia