Asmat Amin Konsisten Bangun Rumah Murah

15 July 2019 10:08

Membangun rumah murah yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki banyak tantangan. Namun, tantangan itu tidak menyurutkan langkah Asmat Amin untuk membangun rumah murah berkualitas melalui bendera PT Sri Pertiwi Sejati (SPS) Group.

Konsistensi SPS Group mendukung Program Sejuta Rumah yang digulirkan Pemerintah Joko Widodo memang tidak diragukan. Buktinya, SPS Grup setiap tahun berturut-turut sejak 2015 2018 selalu berhasil membangun hunian sebanyak lebih dari 10 ribu unit, dengan harga terjangkau. Bahkan, pengembang yang bermarkas di Cikarang, Jawa Barat tersebut menargetkan jumlah pembangunan 15 ribu unit di tahun 2019 ini.

Menurut Asmat Amin, hal itu dilakukan sebagai upaya membantu Pemerintah menyelesaikan persoalan backlog kesenjangan antara jumlah pasokan dengan permintaan hunian yang hingga sekarang masih tergolong tinggi. Di sisi lain, kebutuhan hunian terus meningkat sekitar 800 ribu unit per tahun.

Apa yang dilakukan Asmat Amin banyak diapresiasi dalam bentuk penghargaan. Terbaru dari Majalah Properti Indonesia. Di ajang Properti Indonesia Award (PIA) 2019, Asmat Amin diganjar penghargaan sebagai “The Inspiring Young Leader in Property Industry. “Penghargaan Ini akan memacu semangat untuk terus berkarya, menghadirkan produk-produk berkualitas dengan harga yang terjangkau,” kata Asmat Amin.

Menurut Asmat Amin, memperkecil angka backlog rumah bukanlah perkara mudah. Karenanya, seluruh elemen bangsa harus bahu-membahu membantu merealisasikan pembangunan Sejuta Rumah. Untuk itu, SPS Group hingga kini masih tetap komit membangun hunian berkualitas dengan harga terjangkau bagi MBR.

Dia menyarankan agar dalam lima tahun ke depan Pemerintah membuat program pembangunan rumah bagi MBR tersendiri yang lebih masif, terstruktur, dan terencana guna mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, Pemerintah juga harus berani menawarkan insentif yang menarik bagi dunia usaha sehingga developer baik BUMN maupun swasta dengan sendirinya berbondong-bondong membangun hunian terjangkau bagi MBR.

“Jadi, apabila ingin menyelesaikan persolan backlog rumah dalam lima tahun ke depan, maka Pemerintah harus mampu membangun sekitar 3 juta unit per tahun. Inilah yang harus di-create oleh Pemerintah dengan cara merevisi harga rumah subsidi berdasarkan daya beli masyarakat di setiap kota, menawarkan insentif menarik, dan jangka waktu kredit yang lebih panjang dengan bunga ringan,” saran Asmat Amin. YS