Awas, Salah Langkah Berujung Mangkrak. Perlu Nyali Dan Kekuatan Modal Untuk Membangun Sebuah Bangunan Jangkung Sesuai Dengan Waktu Yang Dijanjikan

09 November 2018 10:22

Perlu nyali dan kekuatan modal untuk membangun sebuah bangunan jangkung sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Alih-alih meraih untung, banyak pengembang apartemen malah buntung.

Gaya hidup masyarakat yang serba praktis membuat pembangunan apartemen mengalami peningkatan signifikan. Tak heran di beberapa kota besar seperti Jabodetabek, banyak pengembang yang begitu antusias untuk menawarkan hunian vertikal tersebut. Selain, tak membutuhkan lahan luas seperti kawasan perumahan, pembangunan apartemen juga tidak membutuhkan waktu yang lama.

Namun begitu, bukan berarti membangun apartemen tidak memiliki resiko. Lambatnya penjualan unit diserap pasar sementara pembangunan tetap harus dilakukan secara keseluruhan, acapkali membuat developer kelimpungan.

Diantara sekian banyak apartemen yang dikembangkan ada yang pembangunannya “tango” atau sesuai target, meski tak sedikit pula yang tersendat-sendat bahkan terpaksa dihentikan untuk sementara waktu. Tak jarang, konsumen yang telah mulai mencicil unit pun gelisah hingga menuntut pengembalian dana yang telah dikeluarkan dan terpaksa bersentuhan dengan hukum.

Klapa Village adalah satu contoh proyek apartemen yang sempat terhenti pembangunannya.
Aparteman yang sejatinya di bangun diatas lahan 1,5 ha di Pondok Kelapa Jakarta Timur tersebut justru tak kunjung dibangun meski banyak konsumen yang telah melakukan pembayaran. PT Gemilang Usaha Terbilang selaku pengembang akhirnya menjadi sasaran konsumen yang menuntut
pengembalian uang.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia