Berburu Apartemen Mewah di Jakarta. Meski Kondisi Perekonomian Belum Recovery 100%, Sub Sektor Apartemen Masih Menjadi Market Leader Dibanding Rumah Tapak, Perkantoran, dsb

15 October 2018 16:12

Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap menjadi alasan mengapa tinggal di hunian vertikal kini menjadi pilihan.

Salah satu faktor mengapa apartemen tumbuh dengan pesat adalah semakin terbatasnya lahan-lahan di perkotaan menuntu para pengembang untuk melakukan efisiensi dengan membangun proyek-proyek hunian vertikal. Selain itu, tinggal di apartemen memiliki kelebihan salah satunya hidup menjadi lebih praktis.

Meski kondisi perekonomian belum recovery 100%, sub sektor apartemen masih menjadi market leader dibanding rumah tapak, perkantoran, dan lain sebagainya. Menilik hasil riset Savills Indonesia baru-baru ini, jumlah apartemen di Jakarta baru sekitar 150 ribu unit.

Asisten Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk, Alvin Andronicus mengatakan, saat ini apartemen dipilih masyarakat karena faktor aksesibilitas yang diberikan, misalnya rumah susun berbasis transit oriented development (TOD). Selain itu, alasan pengembang beralih lebih banyak membuka proyek rumah vertikal adalah sebagai siasat mengatasi keterbatasan lahan.

Alvin mengakui saat ini lahan sangat terbatas di tengah kota Jakarta untuk membuka proyek rumah tapak. Sementara di lain pihak, penurunan segmen rumah tapak tak lepas dari jenis proyek rumah tapak yang sangat segmentatif. Alhasil, pilihan yang diberikan kepada konsumen sangat terbatas.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia