Bersolek agar Makin Dilirik. Renovasi dilakukan oleh beberapa hotel karena ingin terlihat lebih segar, menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga bisa bersaing dan meningkatkan okupansi.

12 February 2019 12:09

Renovasi dilakukan oleh beberapa hotel karena ingin terlihat lebih segar, menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga bisa bersaing dan meningkatkan okupansi.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, hotel tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Pada tahun 2018 lalu diperkirakan ada tambahan 55.000 kamar baru sementara untuk 2019 mencapai 50.000 unit tambahan kamar hotel guna mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Sebagian besar berada di wilayah Indonesia bagian barat yakni Jakarta dan Bali. Pasalnya, permintaan di kedua wilayah tersebut masih besar terutama untuk di Pulau Dewata.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, saat ini total jumlah kamar hotel yang ada di Indonesia mencapai sekitar 600.000 unit. Jumlah tambahan kamar baru pada 2019 ditaksir menurun dibandingkan dengan tahun 2018 karena pasar perhotelan di Tanah Air sudah mulai jenuh. Belum lagi, pebisnis sektor tersebut harus berhadapan dengan kompetitor dari segmen penginapan/akomodasi non bintang seperti Airbnb.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi persaingan bisnis hotel yang semakin ketat, terutama hotel yang sudah lama beroperasi. Salah satunya dengan melakukan renovasi. Renovasi hotel menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan tingkat okupansi. Dari catatan Properti Indonesia, beberapa hotel baru saja selesai melakukan renovasi. Setelah melakukan renovasi, mereka optimis tingkat okupansi akan meningkat.

Di Pulau Dewata Bali, Bali Hyatt secara resmi telah dibuka kembali dengan wajah dan nama baru yakni Hyatt Regency Bali pada 20 Desember 2018 lalu. Identik sebagai hotel yang kental dengan nuansa hijau dan arsitektur khas Indonesia, hotel yang beroperasi sejak November 1973 itu kini kembali hadir dengan citra barunya.
Hyatt Regency Bali menampilkan estetika klasik mutakhir Pulau Dewata dalam balutan desain dan fasilitas yang kontemporer.

Masih mempertahankan desain yang sarat budaya Bali, Hyatt Regency Bali merestrukturisasi desain kamar dan ruangannya dengan sentuhan interior Jepang, seperti hiasan dinding bambu dan Japanese paper chandelier di area masuk spa.

Tak hanya itu, area spa pun diperluas dengan berbagai fasilitas wellness kekinian yang sebelumnya tidak tersedia di Bali Hyatt, seperti yoga studio, steam, sauna, outdoor plunge pool di tiap ruangan spa, lengkap dengan perawatan-perawatan unik seperti water shiatsu.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia