Bisnis Hotel di Bali Apakah Masih Menjanjikan?

13 February 2019 12:00

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Februari 2019 menurunkan ulasan tentang prospek bisnis properti di Bali. Di antara sub sektor bisnis hotel.

Bali memang tak pernah kehilangan pesonanya. Buktinya, walaupun jumlah pasokan kamar hotel dan penginapan di Bali terus bertambah, nyatanya tingkat okupansi di kawasan Pulau Dewata ini masih cukup tinggi.
Bali merupakan salah satu pulau dengan tingkat kinjungan wisatawan domestik maupun mancanegara tertinggi di Indonesia. Selain kearifan budaya lokalnya, hamparan pasir putih dan hitam pada sepanjang pantai yang mengelilingi hampir seluruh wilayah juga menambah daya magis Pulau Bali sebagai destinasi wisata terfavorit bagi wisatawan.

Kini, hampir seluruh pantai di wilayah yang terkenal dengan sebutan “Pulau Dewata” ini selalu penuh sesak oleh wisatawan. Eksotisme Bali dengan panorama alam tropis ditambah hamparan pasir putih nan bersih serta kekhasan budaya tradisionalnya, menjadikan Bali kian tersohor di mancanegara. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Ngurah Rai Bali sepanjang Januari-November 2018 mencapai 5,7 juta orang atau 43% dari total 13,42 juta wisman ke Indonesia.

Maka tak heran, bila Bali menjadi salah satu kawasan yang memiliki nilai properti yang tinggi. Subsektor properti yang tumbuh subur adalah perhotelan atau penginapan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah keseluruhan hotel berbintang di Bali mencapai 551 unit. Jumlah tersebut didominasi bintang 3 yang mencapai 229 unit dan bintang 4 sekitar 144 unit. Sementara jumlah kamarnya mencapai 66.277 kamar. Adapun hotel dan akomodasi yang tak berbintang jumlahnya pada tahun 2017 mencapai 4.323 unit. Sementara jumlah kamarnya mencapai 58.617 kamar.

Sementara dari segi pasokan, bedasarkan data dari Colliers International Indonesia, pada tahun 2019 hingga 2021 diprediksi total jumlah kamar hotel hanya akan naik sebanyak 3.447 kamar secara keseluruhan mulai dari hotel hemat hingga hotel berbintang. “Dari jumlah tambahan tersebut, jumlah kamar hotel di Bali secara keseluruhan akan mencapai 65.216 kamar pada 2021,” ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto.
Dari sisi permintaan, Ferry mengatakan bahwa wisatawan China masih mendominasi pasar perhotelan di Bali.

Selanjutnya, turis India juga dinilai cukup potensial melihat banyaknya jumlah pengunjung yang datang dalam beberapa tahun belakangan. “Kami melihat pasar rekreasi masih berperan sangat penting untuk mendorong industri pariwisata di Bali seperti pasar lainnya dari sektor MICE [meeting, incentives, conference, exhibition], pernikahan, dan acara olahraga,” paparnya.

Sementara dari sisi tingkat hunian, Colliers memprediksi akan ada pertumbuhan sekitar 72% – 73% melihat jumlah pasok yang masih terkendali. Ditambah pula dengan Bali sebagai tujuan utama wisata dunia di Indonesia. Sejalan dengan kinerja tingkat hunian, rata-rata harga kamar hotel di Bali diprediksi akan berada di kisaran antara US$106 – US$107 atau sekitar Rp1,5 juta per kamar.

Okupansi hotel di Bali

Ferry menjelaskan, di tahun 2018 lalu, bisnis hotel di Bali pada libur sekolah dan libur musim panas mengalami peningkatan hunian atau okupansi, sejak Juli. Sementara pada September merupakan akhir liburan musim panas, dan Oktober sampai November jumlah wisatawan asing mulai menurun. Dan, pada liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum kenaikan pertumbuhan okupansi hotel di Bali.

Dia menyebut, tren okupansi di Bali paling lowong pada Maret, karena cenderung sepi dan ratenya turun. Maka, jika hotel di Jakarta cenderung akan menurun sebaliknya di Bali akan mengalami kenaikan. “Okupansi sudah di atas performa 2016-2017. Ditambah lagi pada periode ini sudah ada libur anak sekolah. Kemudian dari sisi kinerja hotel ADR masih rendah, karena prioritas dari pemilik hotel ini masih menjaga rate dan okupansi,” paparnya.

Mendongkrak okupansi hotel

Salah satu indikator yang mempengaruhi naiknya okupansi hotel di Pulau Dewata adalah diselenggarakannya pertemuan International Monetary Funds (IMF) pada Oktober tahun lalu. Acara yang digelar pada 8-14 Oktober 2018 lalu, nyatanya memberikan positif tidak hanya bagi penginapan dan hotel, tapi juga pereknomian di kawasan ini.

Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, sebab, sebanyak 31 ribu lebih delegasi dari berbagi negara hadir dalam acara tersebut. Sehingga, dengan banyaknya delegasi yang datang, kenaikan yang dialami hingga 10-15% dari bulan biasanya. Hotel yang okupansinya paling tinggi yaitu yang berada tidak jauh dari lokasi pertemuan tahunan tersebut, seperti di wilayah Nusa Dua, Sawangan, Benoa, Jimbaran dan lain-lain.

Selain diselenggarakannya pertemuan IMF pada Oktober 2018 lalu, faktor lain yang berkontribusi menaikkan tingkat hunian hotel di Bali adalah liburan natal dan akhir tahun. Dari catatan Bali Hotel Assocciation (BHA), saat libur Natal dan Tahun Baru kali ini, tingkat hunian hotel atau okupansinya rata-rata mencapi 85 hingga 95 persen.

Ketua Bali Hotel Association, Ricky Putra, mengatakan libur Nataru (Natal dan Tahun Abru) dibedakan menjadi dua fase. Pertama saat Natal yang dimulai tanggal 23 hingga 26 Desember lalu dengan tingkat okupansinya mencapai 75 hingga 85 persen. Kemudian di Tahun Baru dimulai pada 28 Desember sampai 4 Januari 2019. «Rata-rata tingkat keterisian hotel pada tahun baru tersebut diperkirakan 85 sampai 95 persen,» katanya.

Ia menambahkan, daerah yang tingkat okupansinya tertinggi berada di Kabupaten Badung. Meliputi wilayah Kuta, Nusa Dua, dan Jimbaran. Sementara di Ubud, Kabupaten Gianyar, tingkat okupansinya hanya sekitar 75 persen. «Daerah lain seperti Karangasem dan Buleleng biasanya di bawah rata-rata yang ada di Badung. Dari histori 5 sampai 10 persen di bawah rata-rata,» katanya. MPI RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia