Bobby Afif Nasution Dari Peternak Lele kini Developer Properti. Ia Baru Saja Menikahi Kahiyang Ayu Putri Presiden RI Joko Widodo

01 November 2017 16:20

Bisnis properti kini menjadi prioritas utama. Kendati demikian, Bobby tak menutup mata bahwa dirinya masih harus belajar banyak, terutama mengenai perkembangan dinamika bisnis properti di Tanah Air.

Pria murah senyum bernama lengkap Bobby Afif Nasution kini sangat terkenal. Pasalnya Bobby baru saja menikahi putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bernama Kahiyang Ayu. Banyak orang yang kemudian mencari tahu sosok mantu Jokowi yang lahir di Medan, 5 Juli 1991 ini, termasuk pekerjaan yang digelutinya.

Bobby adalah seorang entreprenur. Ia mengawali langkahnya di dunia usaha dengan modal menjual dua mobil pribadi untuk usaha kecil-kecilan, seperti beternak ikan lele, bebek, tambak udang, berbisnis telur asin, hingga mengikuti Multi Level Marketing (MLM). “Saya terjun ke dunia usaha karena saat kuliah nilai saya tidak begitu gemilang sehingga saya melakukan gerakan baru untuk memberanikan diri berkecimpung ke dunia bisnis,” ujar Bobby.

Bobby yang keturunan Mandailing, Sumatera Utara, merupakan anak dari pasangan mantan Direktur Utama PTPN IV Erwin Nasution (Alm) dan Ade Hanifah Siregar. Ia merampungkan pendidikan dasar di SD Muhammadiyah 2 Pontianak pada 2003 lalu, sementara SMP dan SMA ia habiskan di Bandar Lampung. Setelah lulus SMA, ia memutuskan hijrah ke Jawa, persisnya di Bogor untuk melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga mencapai tingkat S-2 Magister Manajemen Bisnis.

Bagi Bobby, bisnis adalah tempat di mana ia harus dapat melihat kesempatan dan peluang yang bisa diambil. “Semua itu dapat dilaksanakan jika terdapat pasar yang memiliki potensi serta didukung dengan adanya sumber daya yang memadai,” kata Bobby.

Enam tahun silam, tepatnya pada tahun 2011, Bobby mulai menekuni bisnis properti. Awalnya hanya merenovasi gedung perpustakaan Sekolah Dasar di Medan, kemudian mengembangkan rumah tapak, hingga akhirnya mengembangkan Malioboro City di Yogyakarta. “Di kurun 2011 hingga 2012, bisnis properti sangat bagus. Kemudian memasuki 2013 properti mulai terlihat lesu, tetapi tak sampai membuat terkapar,” kata lelaki yang memiliki prinsip hidup ‘learning by doing’ ini.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia