Central Park Juanda Mengusung Konsep Hunian Aerocity. brand yang sudah diusung lama oleh PT Griyo Mapan Santoso

14 May 2019 13:35

Tahap pertama dibangun satu hingga dua cluster seluas 4 hektar dengan jumlah unit rumah antara 200 hingga 300 unit.

Pasar perumahan di Surabaya, Jawa Timur, tidak pernah surut. Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya menjadi patokan sebuah standar penilaian bisnis dan investasi setelah Jakarta. Termasuk untuk sektor properti. Ini yang membuat PT Griyo Mapan Santoso selalu optimis dan kemudian meluncurkan perumahan Central Park Juanda di wilayah Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Central Park merupakan brand yang sudah diusung lama oleh PT Griyo Mapan Santoso, perusahaan pengembang yang dirintis sejak 1984 silam. Sebelumnya Griyo Mapan Santoso identik dengan perumahan-perumahan menengah ke bawah. Sebut saja Griyo Mapan Manyar Indah, Griyo Mapan Mulyosari, Griyo Mapan Sutorejo Indah, dan Griyo Mapan Sutorejo Prima. Sejak tahun 2000, Griyo Mapan Santoso mulai merambah kelas menengah atas melalui proyek berlabel Central Park.

Central Park diketahui merupakan konsep hunian yang diusulkan arsitek internal. Sang arsitek punya gagasan untuk memusatkan area penghijauan pada satu titik supaya lebih bermanfaat dan dapat diakses oleh semua penghuninya. “Dulu seringnya, kami sebagai pengembang hanya membangun area penghijauan di sisa-sisa lahan yang pada akhirnya tidak bermanfaat. Tapi sekarang, hal itu menjadi fokus utama,” kata David Widodo, Office Director PT Griyo Mapan Santoso.

Central Park Mulyosari Surabaya pun berdiri dengan komposisi area hijau sebesar 40% dari total lahan 10 hektar yang dikembangkan. Berturut-turut kemudian Central Park Ahmad Yani, Central Park Semolowaru, Central Park Manyar Indah, dan terbaru adalah Central Park Juanda.

Central Park Juanda ini merupakan proyek yang ke-15 dari Grup Griyo Mapan. Dikembangkan di atas lahan seluas 14 hektar dengan nilai investasi mencapai Rp500 miliar. “Dari total lahan 14 hektar, akan kami bagi menjadi beberapa cluster dan tahap pertama ini bisa satu hingga dua cluster seluas 4 hektar dengan jumlah unit rumah antara 200 hingga 300 unit yang ditawarkan di harga mulai Rp700 juta,” kata David.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia