Ceruk Pasar Rumah Menengah di Bekasi

10 August 2018 13:29

Sebagai salah satu kota penyangga Jakarta yang didukung dengan pengembangan infrastruktur yang baik, pertumbuhan pasar properti di Bekasi, Jawa Barat, dalam beberapa tahun terakhir terus memperlihatkan tren yang cukup baik.

Salah satu indikator mengapa Bekasi kini diburu adalah masifnya pembangunan infrastruktur di kawasan ini. Sebut saja diantaranya proyek tol layang Jakarta – Cikampek II, kereta rel listrik (KRL) rute Jakarta Kota – Cikarang, sampai dengan kereta LRT Jabodetabek Bekasi – Dukuh Atas.

Selain itu, pada 4 November 2017 lalu, masyarakat Bekasi juga sudah bisa menikmati Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu atau Becakayu. Keberadaan infrastruktur baru ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang terjadi setiap hari, khususnya di tol Jakarta – Cikampek.

Dan faktanya, infrastruktur merupakan faktor kuat dalam perkembangan properti suatu kawasan. Terbukti dari ramainya pembangunan, baik itu apartemen, perumahan, dan sejumlah pusat perbelanjaan ada di kota Bekasi.

Salah satu subsektor properti yang kini banyak diminati di kota Patriot ini adalah rumah tapak. Hal ini dikarenakan harga rumah tapak di Bekasi relatif lebih terjangkau, dibanding kota penyangga lain, seperti Depok dan Tangerang Selatan. Untuk harga, mulai dari Rp300 jutaan untuk tipe 21 meter persegi. Tak heran banyak keluarga muda yang memilih Bekasi sebagai lokasi rumah pertamanya. Sementara, perumahan dengan rentang harga mulai Rp350 juta sampai dengan Rp800 juta masih menjadi favorit pencari rumah pertama.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia