Cipta Harun Ciputra Meneruskan Culture yang Sudah Ada

04 December 2017 13:36

Mengawali karir dari bawah, cucu dari begawan properti Ir. Ciputra ini secara perlahan mulai terlibat aktif di industri properti tanah air Muda dan berbakat. Tak berlebihan rasanya jika dua kata tersebut digunakan untuk menggambarkan personality seorang Cipta Harun Ciputra. Di usia yang relatif masih muda – 25 tahun- putra pertama Harun Hajadi dan Junita Ciputra (putri kedua Ciputra) ini memilih mengaktualisasi passion bisnisnya untuk
terlibat langsung dalam mengelola perusahaan keluarga.

Cipta kini ditunjuk sebagai General Manager PT Ciputra Development Tbk, induk semua bisnis Ciputra Group, mengurusi due diligence dan membuat financial model hingga negosiasi dengan rekanan bisnis untuk proyek-proyek Ciputra Group subholding dua yang dipimpin ayahnya.

“Saat ini saya bertanggung jawab untuk menangani divisi Business Development. Di sana, saya kerjanya bantu-bantu kalau mau ada launching proyek baru seperti kemarin di Makassar membuka CitraLand Tallasa City dan sekarang
CitraGrand Cibubur CBD di Jalan Alternatif Cibubur (Transyogi, Bekasi),” ujar Cipta, dalam peluncuran CitraGrand Cibubur CBD beberapa waktu lalu.

Namun, tak banyak orang tahu, jika sebelum menjabat sebagai General Manager, Cipta memulai karir di perusahaan
keluarganya dari anak magang. “Saya paling suka culture di keluarga kami yang sangat profesional. Walaupun anggota keluarga, kita di perusahaan dinilai secara profesional base on merit. Kalau saya bekerja keras saya akan naik golongan lebih cepat, sebaliknya kalau malas malasan mungkin saya bisa dipecat,” ujar pria lulusan dari University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) ini.

Meneruskan apa yang sudah ada Menyandang predikat sebagai generasi kedua penerus bisnis begawan properti Ciputra, serta bekerja di perusahaan keluarga diakui Cipta tidaklah mudah. Selain harus memikirkan bagaimana meningkatkan provit, dirinya juga berkomitmen untuk terus menjaga culture yang ada di perusahaan.

“Di sini, saya tidak ingin mengubah apa-apa, tapi saya ingin meneruskan apa yang sudah ada. Sebab, menurut saya culture yang dimiliki perusahaan sudah baik. Dan saat ini yang harus saya lakukan adalah mempertahankan. Kita nggak boleh terlalu kreatif nanti bisa amburadul. Meneruskan (bisnis yang diwariskan) itu lebih susah daripada berinovasi atau change,” jelas penyuka olah raga basket ini.

Selain itu, menurut Cipta, tantangan lain yang harus dilalui saat ini adalah mengimbangi pertumbuhan yang cepat dari Ciputra Grup, “Dalam lima tahun terakhir, Ciputra Grup mengalami grow-nya cepat sekali, sehingga kami kesulitan untuk memantainence atau mengimbangi pertumbuhan itu,” tutur anak sulung dari tiga bersaudara ini.

Strategi Bagi Cipta, yang terpenting dalam menjalankan bisnis properti adalah bagaimana membuat produk yang interesting, sehingga costumer mau membeli produk tersebut. “Bagi saya, properti sangat tergantung pada market, karena strategi di satu tempat, belum tentu bisa diterapkan di tempat lain. Kita Intinya, harus kreatif dan menyesuaikan market,” tutup pria yang baru melangsungkan pernikahan Juli lalu dengan Stephanie Tanubrata ini. MPI RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia