Daerah; Menggenjot Sektor Properti di Babel dengan KEK

16 May 2018 14:22

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) saat ini mengedepankan percepatan pengembangan sektor pariwisata, industri kreatif dan properti guna mendorong perekonomian masyarakat. Strategi tebar insentif pun gencar dilakukan, mulai dari kemudahan perijinan hingga pembangunan Novel dan film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang “meledak” dan banyak disukai masyarakat telah mendongkrak pamor wisata Provinsi Kepulauan Babel. Kunjungan wisatawan pun mengalir deras karena ingin melihat dan merasakan langsung keindahan alam Babel yang terkenal dengan pantai berpasir putih dengan hamparan batu granit berukuran besar.

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepulauan Babel terus meningkat setiap tahun. Pada 2017 mencapai 367.084 wisatawan atau naik sekitar 21,72% dibandingkan 2016 yang mencapai 359.901 wisatawan.

Namun kontribusi sektor pariwisata masih terbilang kecil, yakni 7% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Babel, sementara sektor pertambangan mencapai 45%. Untuk itu Pemrov Kepulauan Babel berupaya untuk menggenjot sektor pariwisata.

“Dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan industri pariwisata, kami optimistis kontribusi sektor pariwisata dalam 10 tahun ke depan dapat menyamai sektor pertambangan. Bahkan di akhir tahun ini, ditargetkan konstribusinya sudah meningkat menjadi 15%,” ujar Erzaldi Rosman Djohan, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat HUT Realestat Indonesia (REI) ke-46 yang diselenggarakan di Babel awal April lalu.

Berbagai upaya pun dilakukan Pemprov Kepulauan Babel untuk menggenjot sektor pariwisata. Salah satunya, kata Erzaldi, Pemrov Kepulauan Babel telah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat mengenai pembentukan dua kawasan ekonomi khusus (KEK), yakni KEK Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Selatan dan KEK Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka.

Kalau restu dari Pemerintah Pusat turun, kedua KEK ini akan melengkapi Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang yang berlokasi di Pulau Belitung, pulau terbesar kedua di provinsi tersebut.

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menargetkan ketetapan dua KEK bisa didapatkan tahun ini juga. Erzaldi menyatakan, dengan adanya KEK ini juga akan mendukung percepatan pembangunan pariwisata di Babel. Dia pun berjanji akan memberikan banyak kemudahan kepada investor yang akan berinvestasi di KEK, antara lain dengan kemudahan perizinan dan insentif menarik lainnya. Infrastruktur kawasan juga akan disiapkan, sehingga investor tinggal datang dan bangun.

Nanti, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung akan lebih banyak mengarahkan KEK Tanjung Gunung sebagai lokasi meeting, incentive, convention and exhibition (MICE). Sementara KEK Pantai Timur Sungailiat untuk wisata pantai, budaya dan seni dan religi. “Kedua KEK ini kami ajukan dan perjuangkan secara bersamaan tapi masing-masing dimajukan dengan segmen dan style yang berbeda,” terang Erzaldi.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia