Dampak Tsunami Selat Sunda, Okupansi Hotel Tersisa 10%. Sebanyak 69 hotel dan vila serta 60 restoran dan toko, rusak

12 February 2019 12:40

Bencana Tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung dipenghujung tahun 2018 menghempaskan mimpi para pengusaha sektor pariwisata dan properti di Banten dan Lampung. Alih-alih berharap menangguk omset besar, bencana merenggut mimpi dan sumur duit mereka dengan hancurnya properti di sekitar destinasi pariwisata.
Bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan wisata Anyer-Banten dan Lampung yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam selain merenggut ratusan korban meninggal dan luka-luka juga menghancurkan sejumlah properti dan destinasi wisata.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Guntur Sakti mencatat sejumlah destinasi wisata pantai di Banten terdampak bencana seperti Pantai Anyer, Pantai Ciputih, Pantai Cinangka, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita. Khusus di Kabupaten Pandeglang, Kemenpar mencatat sebanyak 69 hotel dan vila serta 60 restoran dan toko, rusak. Selebihnya, 50 penginapan dan hotel di Carita memang terhindar dari kerusakan, namun tidak ada yang menginap di sana.

Ketua Umum Associaton of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan, seharusnya akhir tahun merupakan peak season, di mana jumlah wisatawan meningkatkan signifikan. Sayangnya, bencana alam yang terjadi di penghujung tahun berdampak negatif. “Jadi potensi seharusnya kita peak season tahun lalu, pengaruh (dari bencana alam), baik kepada wisman (wisatawan mancanegara) maupun domestik,” katanya.

Daerah-daerah wisata yang terkena bencana otomatis tidak akan dikunjungi oleh wisatawan. Padahal akhir tahun jadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh biro perjalanan wisata. Pasalnya jumlah pengguna jasa perjalanan tersebut bakal meningkat. “Tentu kita harapkan terutama wisman naik karena peak season, lalu domestiknya juga kita harapkan angka peningkatannya juga cukup tajam ya. Tapi kenyataannya turun drastis.

General Manager Marbella Hotel, Convention and Spa Anyer, Ririt Wiryanto mengatakan biasanya 300 unit kamar di hotelnya sudah ludes disewa menjelang akhir tahun. Namun, dampak tsunami menyebabkan okupansi hotelnya merosot 50 persen. “Kalau tahun baru harusnya panen, sekarang ini habis,” kata dia di Marbella Hotel, Anyer, Serang, Banten.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia