Dari Rumah Tapak Hingga Pencakar Langit, Kiprah Pengembang Muda

08 March 2018 09:35

Sejumlah pengembang muda memulai kiprahnya tidak lagi hanya mulai dari membangun rumah-rumah tapak, melainkan langsung ke gedung komersial berlantai banyak. Ukuran lahan yang dikuasainya pun berskala dari ribuan meter persegi hingga puluhan hektar. Ada yang mengidolakan Ciputra hingga mantan Presiden RI BJ Habibie.

Modal Kepercayaan dan Komitmen Agar terus maju dan berkembang, Relife Property Group melakukan pembenahan internal berupa penyusunan proses yang lebih ramping namun efektif. Anak muda kelahiran 3 Februari 1982 ini merekam jejaknya sebagai pengembang sejak 2005. Bersama rekannya sesama alumni Universitas Indonesia (UI), Ghofar Rozaq Nazila membangun perusahaan pengembang berbendera Relife Property Group. Kini proyek properti Relife tersebar di Bekasi, Depok, Bogor, dan Lombok.

Karena kuliah di arsitektur, setelah lulus Ghofar menawarkan jasa design and build. “Kita desain dan kita bangun. Uangnya dari pemilik bangunan. Jadi, praktis modal kita nol. Modal saya kepercayaan dan komitmen,” kata ayah tiga anak ini. Usaha design and build makin berkembang, tidak hanya menggambar dan membangun tapi juga menjualkan. “Di sini saya bersama dua teman lain. Ini cikal bakal kami jadi developer. Kami namai usaha kami Relife,” kata Ghofar mengenang.

Proyek pertamanya yang bernama Orchid Pavilion meraih respon yang baik dari masyarakat. Kesuksesan proyek pertama itu ibarat candu yang membuat anak-anak muda yang dinahkodai oleh Ghofar tidak bisa berhenti dan terus membangun proyek properti di segala penjuru negeri. Relife Property Group pun terus tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan pengembang yang disegani di gelanggang binis properti Indonesia. Portofolionya terus bertambah.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia