Desain Interior: Sejuta Pesan Lewat Ruang Komunal (2)

30 January 2018 11:29

Rumah, Resto hingga Kondominium

Saat ini, ruang komunal banyak sekali ditemukan pada rancangan resto, kondotel hingga residensial. Pengadopsian konsep food court yang terkesan kuno kini tak lagi diminati oleh sebagian muda-mudi. Saat kehausan tak segera terpenuhi, muncul sebuah revolusi dari ide lama, yang di pugar, dan tampil secara segar yang disebut ruang komunal.

Shophaus – cafe & resto yang menyediakan sebuah ruang komunal di bilangan Menteng, Jakarta Pusat–bisa menjadi contoh. Seperti cafe pada umumnya, pada bagian dalam terdapat gerai eskrim dan kedai kopi yang menjadi satu bagian di bagian depan. Sementara di area belakang, terdapat sebuah ruang luas, diisi oleh kedai buah kesehatan, kue, hingga tukang potong rambut.

Guna membuat konsumen nyaman menikmati hidangan dan suasana yang hangat saat berkumpul bersama, disediakan pula kursi panjang yang menempel dengan tembok dan jajaran meja persegi yang disusun memanjang serta di sisi lainnya ditempatkan kursi rotan single. Ruang komunal juga kerap ditemukan sebagai ruang terbuka bertemunya penghuni dan tamu di bangunan jangkung seperti kondotel, apartemen hingga rumah susun. Ruang komunal juga bisa digunakan para penghuni untuk bercengkrama bersama keluarga, atau penghuni lainnya. Tak jarang juga dijadikan tempat berkumpulnya paguyuban penghuni seperti di rumah susun.

Keberadaan ruang komunal sangat cocok untuk zaman modern saat ini. Hal itu tidak dapat dilepaskan dari fenomena dalam keluarga modern di mana setiap anggota keluarganya memiliki aktivitas berbeda. Hal itu tidak jarang mengurangi keakraban antaranggota keluarga. Dengan adanya ruang komunal, anggota keluarga bisa kembali berkumpul sambil menonton televisi, ngobrol dan bercengkrama.

Ruang komunal ini juga banyak ditemukan di rumah-rumah besar dengan banyak kamar yang banyak disewa oleh kalangan ekspatriat. Ruang komunal menjadi tempat bertemu para penghuni.

“Tren desain rumah sekarang ini banyak juga di buat desain interior yang mana fungsi ruang komunalnya ditonjolkan,” tandas Apidianto yang pernah mengenyam pendidikan arsitektur di Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (YKPN) Yogyakarta, Universitas Trisaksti Jakarta dan Universitas Gunadarma.

Luas dan Interior

Luas ruang komunal ini tergantung rencana aktivitas yang akan dilakukan pada area tersebut. Begitu juga dengan desain ruang komunal ini. Penentuan warna-warna
yang digunakan lebih banyak memberikan penciptaan suasana dan kenyamanan bagi penghuni atau pengguna.

Ruang yang baik adalah ruang yang dapat memberikan efek dan pengaruh fisikis dan kenyamanan bagi penghuni atau pengguna sehingga mendukung atau mendorong terjadinya suatu aktivitas bagi penghuni atau pengguna.

Sementara itu perlengkapan atau penataan ruang komunal biasanya dilengkapi dengan furnitur lengkap dengan meja berbagai bentuk dan model serta ukurannya. Pilihan untuk ruang komunal dalam rumah, kondotel atau apartment lebih banyak memilih sofa yang ukuran dan jumlahnya
disesuaikan dengan luasan ruang. Sedangkan untuk ruang komunal resto bisa menggunakan sofa, kursi kayu, rotan hingga plastik dengan pilihan meja panjang atau meja kotak yang menampung 2-4 orang. Perabotan pendukung lainnya bisa berupa TV, AC, sound sistem, hingga taman atau tamanan merambat yang juga sedang tren dan diminati masyarakat akhir-akhir ini baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, jika anggota keluarga memiliki hobi bermusik maka ruang komunal yang dihadirkan dalam hunian dapat memfasilitasi kegiatan itu. Dengan desain ruang komunal yang tepat maka aktivitas bermusik bersama keluarga dapat dilakukan dengan maksimal. DR/MPI

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia