Dukung Asian Games 2018, BTN Siapkan KPR Khusus untuk Atlet

31 May 2018 08:33

Jakarta, mpi-update. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali berinovasi dengan berencana akan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet yang memudahkan para olahragawan termasuk atlet-atlet nasional yang berprestasi untuk memiliki rumah. Terobosan tersebut dilakukan perseroan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018, sekaligus untuk memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 pada khususnya, dan atlet nasional pada umumnya. Program KPR BTN Khusus Atlet ini juga dimaksudkan perseroan guna mendukung suksesnya Program Satu Juta Rumah.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan KPR BTN Khusus Atlet ini lahir dari semangat tinggi perseroan untuk menambah semangat para atlet nasional dalam berprestasi di ajang Asian Games 2018. Namun, tambah dia, produk ini juga diracik untuk dapat memberikan kemudahan bagi atlet-atlet nasional lain secara keseluruhan agar dapat memiliki rumah. Menurut Maryono, para atlet nasional tersebut perlu didukung sehingga dapat memiliki rumah layak dengan mudah, murah, dan cepat.

Melalui produk anyar ini, lanjut Maryono, juga menjadi langkah Bank BTN dalam memberikan stimulus kepada para atlet yang turut berlaga di ajang Asian Games 2018 untuk menang dan membawa nama baik Indonesia. “Mereka para atlet butuh dukungan dan hanya kita yang dapat ikut membesarkan para atlet di dalam negeri. Produk ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para atlet untuk memiliki tempat hunian yang layak, sehingga bisa terus mengharumkan nama baik bangsa,” ujar Maryono.

Ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh para atlet nasional berprestasi dari produk terbaru Bank BTN tersebut. Di antaranya, yakni suku bunga murah mulai dari 5%. Bank BTN juga menawarkan promo berupa uang muka (down payment/DP) mulai dari 5%. Kemudian, lewat KPR BTN Khusus Atlet, debitur juga bisa memiliki hunian tanpa biaya administrasi, provisi, dan appraisal.

KPR BTN Khusus Atlet tersebut juga dirancang dengan beberapa kelebihan dibandingkan jenis pinjaman pemilikan rumah lainnya. Melalui jenis KPR ini, para atlet bisa mengangsur hingga 30 tahun. Seperti diketahui, produk KPR pada umumnya hanya berjangka waktu paling panjang 20 tahun. “Kami juga memberikan jangka waktu kredit hingga 30 tahun khusus bagi para atlet nasional. Inilah salah satu kelebihan yang kami maksudkan sebagai bentuk dukungan kepada atlet Indonesia untuk bagaimana mereka kesejahteraannya juga terjamin dari sisi terpenuhinya kebutuhan hunian mereka, ” jelas Maryono.

Emiten bersandi saham BBTN ini pun turut menggelar beberapa kegiatan lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Di antaranya, Bank BTN telah melakukan kerjasama dengan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) untuk mendukung pesta olahraga Asia ke XVIII tersebut. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama terkait Sponsorship Asian Games 2018 antara Bank BTN dan INASGOC di Jakarta, Rabu (30/5).

Sebagai bentuk kepedulian Bank BTN bagi para atlet, perseroan juga memberikan bantuan berupa dana pembinaan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dana pembinaan tersebut diberikan perseroan sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet panjat tebing Indonesia karena telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Ini adalah bentuk dukungan sosial yang diberikan korporasi kepada atlet panjat tebing melalui program CSR [Corporate Social Responsibility] Bank BTN. Kami peduli kepada mereka dan ini menjadi semangat korporasi untuk mendukung atlet pada umumnya untuk berprestasi lebih baik untuk Indonesia,” kata Maryono.

Sementara itu, hingga April 2018, Bank BTN terus mencatatkan pertumbuhan KPR. Per April 2018, KPR BBTN tercatat tumbuh 22,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp112,3 triliun pada April 2017 menjadi Rp137,05 triliun. Capaian pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata kenaikan KPR/KPA industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan merekam KPR/KPA di industri perbankan nasional hanya naik sebesar 11,9% yoy per Maret 2018.

Maryono meyakini perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan KPR pada tahun ini dengan berbagai inovasi produk dan transformasi digital yang dilakukan. Apalagi, masyakarat Indonesia masih memilih KPR sebagai opsi utama untuk membeli hunian. “Melihat angka kebutuhan rumah yang masih tinggi serta berbagai inovasi yang kami lakukan untuk memfasilitasi kebutuhan akan hunian tersebut, kami optimistis KPR akan tumbuh di atas 20% pada tahun ini,” ujar Maryono.

Adapun, berdasarkan data Bank Indonesia per triwulan I/2018 menunjukkan sebanyak 75,8% konsumen di Indonesia masih menggunakan KPR sebagai fasilitas utama dalam pembelian properti residensial. Kemudian sebanyak 14,93% konsumen di Tanah Air memilih membeli rumah secara tunai bertahap dan sisanya yakni 9,27% memiliki rumah dengan skema pembayaran tunai. “Peluangnya masih terbuka lebar dan kami optimis dapat memenuhi kebutuhan itu dengan kesiapan yang sudah dilakukan Bank BTN,” tegas Maryono. YS