Geliat Bisnis Properti Batam, Laporan Utama MPI September 2018

04 July 2018 10:06

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2018 menurunkan laporan utama tentang geliat Bisnis properti batam. di antaranya tentang tren segmen dan produk apa saja paling diminati dalam investasi properti di sana? bagaimana kemudahan-kemudahan yang diberikan, apa kata Walikota maupun Ketua Badan Pengelola Batam?. ikuti selengkapnya di MPI September 2018.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

Sempat terpuruk dalam dua tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Batam mulai menunjukkan kegairahannya. Realisasi investasi yang meningkat disertai membaiknya pertumbuhan ekonomi di paruh pertama semester I 2018, merupakan beberapa indikator yang melandasi optimisme itu.

DITILIK dari berbagai variabel kota di Indonesia yang kontribusi terbesarnya berasal dari industri, perdagangan dan jasa, jelas tak ada yang keunggulannya bisa disejajarkan dengan Batam. Sudah letaknya strategis — berada pada jalur pelayaran internasional dengan jarak hanya 12,5 mil laut (20km) dari Singapura, Batam juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Berkah inilah yang belakangan membuat Batam menjadi magnet bagi iklim investasi, baik dari dalam negeri maupun asing. Selama puluhan tahun, Batam sukses menghimpun ratusan jutaan dollar modal asing untuk masuk ke Indonesia dan menciptakan jutaan tenaga kerja baru, serta menjadi rumah bagi ribuan ekspatriat dari berbagai negara. Dan, puncaknya, Batam sukses menjadi kota tujuan investasi bagi industri berbasis minyak dan gas, elektronika serta galangan kapal atau shipyard.

Pada tahun 2010 hingga 2015, pertumbuhan ekonomi Batam bahkan selalu tercatat di atas 6% atau melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Bisa dimaklumi, karena dihinggapi begitu banyak kawasan industri besar, otomatis membuat tingkat migrasi di Batam menjadi tinggi, dan pada akhirnya menumbuhkan bisnis-bisnis baru, seperti properti, pariwisata, restoran, dan bisnis lainnya.
Sempat terpuruk
Ironinya, masa kejayaan industri di Batam bukan sesuatu yang absolut. Setelah menikmati kegairahannya sejak empat dekade terakhir, pada tahun 2016, perekonomian Batam justru merosot tajam hingga di bawah pertumbuhan ekonomi nasional serta di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (yang 5,03%). Sementara, pada 2017 hanya tumbuh di bawah 2 persen. Sejak tahun 2015, setidaknya 169 perusahaan gulung tikar dan ratusan ribu tenaga kerja hengkang dari Batam.
Beberapa faktor yang membuat ekonomi Batam terpuruk diantaranya, perkembangan harga minyak dan batubara dunia yang turun drastis dari US$ 100-an ke US$ 30-an pada tahun 2015, sehingga menyebabkan industri galangan kapal di Batam menjadi sepi pesanan. Data dari Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), penyusutan tenaga kerja dibidang industri galangan kapal dari 250 ribu pekerja berkurang menjadi 30 ribu pekerja, atau terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 220 ribu orang selama periode tersebut. Tak hanya itu, sulitnya birokrasi dan iklim investasi yang tak menentu akibat dualisme kepemimpinan di Batam yaitu antara Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan (BP) Batam juga disebut-sebut menjadi faktor melemahnya ekonomi Batam.
Dari Jakarta, kondisi ini mendapat perhatian khusus dan membuat Pemerintah Pusat mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh pejabat dari BP Batam yang diambil justru menimbulkan banyak protes dan kegaduhan dari para pengusaha.
“Upaya yang dilakukan BP Batam patut diapresiasi, namun masukan pelaku usaha patut didengar karena merekalah yang melakukan kegiatan ekonomi,” kata Darmin. Karena itu, dirinya berharap, pimpinan baru BP Batam di bawah komando Lukita Dinarsyah Tuwo mampu mengembalikan perekonomian Batam ke angka 7 persen dalam tempo 2 tahun.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia