Persaingan Dua Kutub Penyangga Jakarta, Koridor Timur & Barat

15 October 2018 16:07

Dalam kondisi teraktual, pembangunan koridor barat jakarta terus berkembang dan semakin menjanjikan sebagai kawasan bisnis properti potensial. Di kutub lain, koridor timur juga tak kalah garang menunjukkan kegairahannya sebagai pusat bisnis dan hunian favorit.

Tak bisa dipungkiri, koridor barat dan koridor timur adalah dua kutub properti potensial yang menjadi penyangga jakarta sejak beberapa tahun terakhir. Selain ketersediaan lahan yang melimpah, pembangunan infrastruktur adalah faktor utama yang turut mengubah dua kawasan yang pada dua dekade sebelumnya sempat dipandang sebelah mata tersebut. Bahkan sangat mungkin, di masa mendatang, dua kawasan inilah yang akan berkembang sebagai pusat bisnis, industri serta hunian terkemuka.

Sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah DKI Jakarta merupakan pusat pemerintahan yang telah menjelma sebagai sebuah kota metropolitan dan pusat bisnis dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia. Di satu sisi, hal ini menjadi indikator positif, dimana pembangunan kota Jakarta mampu berakselerasi dengan cepat. Sementara, di sisi sebaliknya, tingginya pertambahan penduduk di DKI Jakarta, baik secara alamiah maupun migrasi, sangat rentan terhadap masalah ekonomi, sosial, dan demografis. Dengan keterbatasan wilayah DKI Jakarta, tentu tidak akan mampu untuk menopang seluruh pembangunan. Karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan daerah penyangga DKI Jakarta sebagai solusinya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, daerah penyangga DKI Jakarta yaitu Bogor, Tangerang, Bekasi, Puncak, Depok dan Cianjur. Regulasi ini diperkuat melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.
Sejak beberapa tahun terkahir, Pemerintah Geliat Investasi Koridor Barat dan Timur

Persaingan Dua Kutub Penyangga Jakarta pusat terus melakukan pemerataan pusat ekonomi baru di daerah- daerah penyangga tersebut agar pembangunan dan ekonomi tumbuh merata selain DKI Jakarta. Pemerataan pusat ekonomi ini termasuk dengan menyiapkan berbagai fasilitas baik infrastruktur, transportasi, maupun penciptaan kawasan industri baru sehingga bisa menjadi basis ekonomi (economic base) baru.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia