Geliat Properti Kemayoran Semakin Jor-Joran. Pemerintah Membidik Kawasan Ini Sebagai Alternatif Potensial Pengembangan Kawasan Bisnis Terpadu Di Kota Jakarta

07 June 2018 12:54

Dulu, mendengar nama Kemayoran, sebagian pikiran masyarakat akan tertuju pada event Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang digelar saban tahun menjelang hari ulang tahun Jakarta. Namun sekarang, bekas kawasan bandara tersebut telah bersalin rupa sebagai kawasan potensial bagi investasi properti.

Kawasan Kemayoran sejatinya hanyalah nama salah satu kecamatan di Jakarta Pusat. Kawasan ini mulai dikenal karena menjadi lokasi sebuah bandara yang bernama Bandar Udara Kemayoran. Namun, pada tahun 1992, Bandara Kemayoran resmi ditutup dan dialih fungsikan sebagai sebuah kawasan pemukiman.

Jauh dikenal sebagai bekas bandara, nama Kemayoran juga selalu diidentikan dengan legenda “Macan Kemayoran” – sebagian warga mengenalnya sebagai “Pitung” – Pendekar dari tanah Betawi, Jakarta, kala masa penjajahan Belanda dahulu.

Kini, nama si Macan sudah mulai hilang, kecuali nama Kemayoran yang hingga kini masih tetap ada. Seiring dengan perkembangan waktu, Kemayoran yang dulu hanyalah nama sebuah kampung, sekarang telah berubah 180 derajat menjadi pusat kota baru Jakarta. Dengan lahan seluas 454 Ha, di mana lahan komersialnya menempati areal terbesar atau seluas 122 Ha, pemerintah membidik kawasan ini sebagai alternatif potensial pengembangan kawasan bisnis terpadu di Kota Jakarta.

Memang, sebagai kawasan pusat bisnis, pertumbuhan Kemayoran awalnya bisa dibilang belum sesuai dengan yang diren canakan, khususnya paska krisis global yang membuat Kemayoran seakan tertidur lelap tanpa adanya pembangunan berarti. Kondisi ini semakin klop dengan keengganan para pengembang untuk menggarap proyek di atas lahan berstatus hak pengelolaan lahan (HPL) yang dikuasai pemerintah.

Namun itu cerita dulu. Sebab, dalam kondisi kekinian, Koridor Kemayoran secara agresif telah melesat sebagai pilihan para investor yang ingin berekspansi maupun investasi di wilayah Jakarta. Salah satu yang cukup menonjol adalah berdirinya bangunan-bangunan pencakar langit baru, baik komersial maupun hunian dengan desain apik dan ramah lingkungan.

Maklum, sebagai sebuah kawasan pusat bisnis, Kemayoran memiliki segala hal yang dibutuhkan para investor, antara lain, aksesibilitas yang baik, harga lahan yang kompetitif, infrastruktur yang memadai, serta posisinya yang dikelilingi berbagai fasilitas publik utama seperti Bandara Soekarno – Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, dan juga pusat perdagangan seperti Mangga Dua, Pasar Baru, Segitiga Senen, Kelapa Gading, dan Sunter.

Tak ketinggalan, setiap tahunnya, kawasan ini menjadi destinasi wisata utama di Jakarta bertajuk Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta) yang digelar di Arena JIEXpo (Jakarta International Expo) Kemayoran. Arena ini merupakan sebuah pusat konvensi dan eksibisi yang sudah aktif sejak tahun 2010. Selain Pekan Raya Jakarta, Kemayoran juga merupakan tuan rumah bagi even berskala internasional seperti Java Jazz Festival hingga Djakarta Warehouse Project.

Teranyar, Kemayoran juga didapuk sebagai tuan rumah ASIAN Games, sebab di sini terdapat wisma atlet yang diperuntukkan bagi para olahragawan yang akan mengikuti perhelatan olah raga terbesar se-Asia tersebut.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia