Grand Central Bogor Apartemen Nempel Stasiun Bogor dengan Harga Terjangkau

14 December 2018 11:11

Sebagai daerah penyangga Jakarta, sejak lama Bogor menjadi pilihan tempat hunian yang nyaman namun cukup dekat dengan ibu kota. Setelah banyak pengembang lokal secara sporadis menggarap kota hujan dengan berbagai tipe hunian (landed house), kini giliran PT Mega Graha Citra Perkasa, member of PT Cowell Development Tbk. akan membangun apartemen Grand Central Bogor yang berlokasi tepat di samping Stasiun Bogor, Jalan Mayor Oking, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Berkonsep Transit Oriented Development (TOD), Grand Central Bogor dklaim akan menjadi hunian vertikal satu-satunya di jantung kota Bogor yang tepat berada di area pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, pendidikan, dan transportasi massal serta dikelilingi kawasan komersial yang sudah berkembang. Hunian jangkung ini menjadi pilihan tepat bagi masyarakat urban yang menginginkan bertempat tinggal di lokasi strategis dan yang ditunjang berbagai fasilitas lengkap.

Selain selangkah dari statsiun Bogor, penghuni Grand Central Bogor juga akan dilengkapi dengan akses Bus Rapid Transit (BRT) Connection tepat di depan Grand Central Bogor. Selain itu, apartemen ini dekat dengan akses tol hingga rencana LRT yang menghubungkan Bogor dan Jakarta.

Berada di lokasi strategis, Grand Central Bogor akan dikembangkan dengan konsep smart connecting living, yaitu hunian yang terintegrasi dengan pusat interaksi, komunal, perkantoran, hiburan dan komersial dalam suatu ploting area yang disebut smart junction box. Ini merupakan pemetaan kawasan terpadu, di sekitar area Jalan Mayor Oking pada masa mendatang, yang apabila digambarkan dengan tarikan garis virtual, akan membentuk sebuah kotak (box) di mana Grand Central Bogor ditempatkan menjadi salah satu komponen penting dalam kotak tersebut. Sempat terkendala dengan perizinan, kini, Grand Central Bogor, sudah mengkantongi izin lengkap dengan No IMB. 648.1-0836-IMB Tahun 2018.

Direktur Operasional PT Cowell Development Tbk, Wahyu Hartanto mengatakan harga apartemen Grand Central Bogor kompetitif, hanya Rp16 juta per m2. Bandingkan dengan apartemen di kawasan penyangga Jakarta lain seperti Tangerang dan Bekasi sudah mencapai Rp20 juta per m2.

Wahyu menambahkan, dengan harga yang kompetitif tersebut membuat kesempatan meraih keuntungan dari kenaikan harga (capital gain) di apartemen dengan total GFA building lebih dari 40 ribu meter persegi ini sangat tinggi. Selain memungkinkan konsumen mendapat capital gain dari kenaikan harga properti, juga ada passive income dari nilai sewa juga sangat mungkin didapatkan.

Pada tahap pertama, akan dibangun wing 1 dengan ketinggian 22 lantai dan mulai dipasarkan dengan penawaran terbatas, hanya 400 unit. Perusahaan menargetkan sampai Maret 2019 ada 600 NUP sehingga 400 unit tahap pertama ini terjual seluruhnya. “Total akan kami bangun sebanyak 833 unit dan target penjualan saat ini Rp250 miliar,” jelas Direktur Marketing PT Cowell Development Tbk, Firdaus Fahmi di Bogor.

Firdaus menyebut, dari 400 unit yang ditawarkan itu, sekitar 70 persen adalah tipe studio (21 m2). Selain tipe studio, juga ada tipe 1 Bedroom (27 m2) dan 2 Bedroom (43 m2). Ditawarkan pula cara bayar beberapa pilihan dengan uang muka 20 persen dan 30 persen serta bisa diangsur selama 24 bulan sampai 36 bulan.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia