Summarecon Raih Marketing Sales Rp 3,6 T, & Laba Bersih Rp 509 M

08 June 2018 11:38

PT Summarecon Agung Tbk, (Summarecon), Kamis (7/6) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah satu agendanya adalah melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017. Laporan keuangan tahunan tersebut telah diterima dengan baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan dalam RUPST.

Dalam RUPS, Direksi melaporkan, Summarecon berhasil memperoleh pra-penjualan pemasaran sebesar Rp3,6 triliun di tahun 2017 atau meningkat 18% dibandingkan tahun 2016, di mana segmen produk rumah berkontribusi sebesar 46%, ruko 25%, apartemen 14%, kavling komersial 12% dan 3% untuk produk lainnya. Hasil ini diperoleh di tengah pertumbuhan penjualan properti residensial yang masih rendah sepanjang tahun 2017. Merujuk dari hasil survei Bank Indonesia, pertumbuhan penjualan properti residensial sepanjang tahun 2017 berada di rentang 2,6%-4,2%, sedangkan rata-rata pertumbuhan penjualan 3 tahun terakhir adalah sebesar 9,2%.

Pada laporan keuangan tahun 2017, Perseroan juga melaporkan pendapatan sebesar Rp5,64 triliun atau mengalami peningkatan sebesar4% dengan laba bersih sebesar Rp509 miliar. Unit Bisnis Pengembangan Properti masih merupakan unit usaha yang memberikan kontribusi pendapatan dan laba usaha tertinggi yaitu sebesar Rp3,60 triliun (64% dari totalpendapatan) dan Rp876 miliar (65% dari total laba usaha).

Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti mencatat pendapatan sebesar Rp1,40triliun, meningkat sebesar Rp52 miliar (1%). Unit bisnis ini berkontribusi sebesar 31% atas total pendapatan Perusahaan,terutama pendapatan dari pusat perbelanjaan yang memiliki kontribusi sebesar 95% atas total pendapatan dari unit bisnis ini.

Unit bisnis lainnya, yaitu hotel, klub olah raga, town management, rumah sakit dan fasiltas lainnya mencatat pendapatan sebesar Rp637miliar, naik sebesar Rp148 miliar (30%). Berkontribusi sebesar 11% atas total pendapatan Perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 1% atas total laba usaha Perusahaan. Pada RUPS Tahunan ini telah diputuskan bahwa pembagian dividen adalah sebesar Rp 5,- per lembar saham, atau setara 20% laba bersih Perseroan.

Summarecon memandang positif prospek bisnis properti di tahun 2018. “Di tahun 2018 ini dengan berlangsungnya Pilkada serentak dan persiapan menuju Pemilu tahun 2019, kami masih optimis bahwa Summarecon dapat beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini dengan menargetkan pra-penjualan pemasaran tahun 2018 sebesar Rp4 triliun atau kenaikan sebesar 12% dibandingkan tahun 2017. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan dibukanya lokasi pengembangan baru di Makassar yang akan menjadi lokasi pengembangan ke-6 oleh Summarecon. Kontribusi yang diharapkan dari masing-masing lokasi adalah Serpong (34% ), Bekasi (22%),Bandung (21%), Kelapa Gading(10%), Karawang (7%) dan Makassar (6%),” ujar Adrianto P. Adhi, President Director Summarecon dalam Public Expose yang berlangsung di Pandan Cafe, Klub Kelapa Gading, Jakarta.

Lebih lanjut Adrianto mengatakan rencana dan target bisnis ini diharapkan akan dapat terlaksana dengan dukungan beberapa kebijakan dan peraturan Pemerintah Indonesia yang memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan sektor properti, seperti peluncuran 16 paket kebijakan ekonomi secara bertahap untuk meningkatkan investasi dan memperbaiki kondisi bisnis, Peraturan Menteri Keuangan nomor 122/PMK.08/2016 yang mengijinkan dana repatriasi dari program Tax Amnesty dapat ditempatkan pada sektor properti.

Lalu Peraturan Pemerintah (PP) nomor 34/2016 yang memangkas Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan properti dari 5% menjadi 2,5%, Peraturan Bank Indonesia No.18/16/PBI/2016 yang memberikan kelonggaran dengan meningkatkan rasio loan-to-value (LTV). Juga suku bunga acuan baru yaitu BI 7-Day Repo Rate yang diharapkan dapat menggairahkan sektor properti dengan tingkat suku bunga KPR yang rendah.

“Selain itu pembangunan infrastruktur yang masif juga diharapkan akan memiliki dampak positif pada perkembangan properti Summarecon, yaitu dengan dibangunnya sistem transportasi yang menyediakan kemudahan akses dari dan kelokasi pengembangan properti di kawasan yang dikembangkan Summarecon seperti di Kelapa Gading, Bekasi, Karawang dan Bandung, ” kata Adrianto. **