Hunian Vertikal Mulai Tumbuh di Kawasan Township

07 June 2018 11:23

Kawasan township yang terus berkembang membuat cadangan lahan semakin berkurang dan harga lahan semakin melambung. Alhasil untuk memaksimalkan lahan, pengembang township kini banyak membangun hunian vertikal alias apartemen yang juga bisa menjadi pilihan bagi konsumen yang tidak mampu membeli landed house tetapi ingin tinggal dan menikmati berbagai fasilitas di kawasan township.

SEJATINYA, apartemen yang dikembangkan di kawasan township dibeli oleh konsumen end user yang ingin memiliki hunian dengan harga terjangkau dan para investor yang ingin mendapatkan keuntungan dengan cara menyewakannya. Sebagai contoh, di selatan Jakarta, PT Sentul City Tbk. (BKSL) yang mengembangkan township Sentul City seluas 3.100 hektar di Bogor, kini banyak membangun apartemen.

Dalam kondisi aktual, harga tanah residensial berkisar Rp7 juta hingga Rp12 juta per m2, sementara komersial berkisar Rp12 juta hingga Rp20 juta per m2. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga tanah di Sentul City telah meningkat 12 kali lipat.

Setelah membangun Sentul Tower Apartment (STA), Sentul City kini mengembangkan apartemen Saffron Noble di dalam kawasan superblok CBD Sentul City. Saffron menawarkan 728 unit apartemen yang terdiri dari tipe studio (34,5 m2), tipe 1 kamar tidur (52,6 m2), dan tipe 2 kamar tidur (63,8 m2). Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp600 jutaan. Hingga saat ini Saffron Noble diklaim sudah terjual sekitar 70%.

Tidak hanya membangun sendiri, Sentul City juga bekerjasama dengan pihak lain dalam membangun apartemen. BKSL bekerjasama dengan PT PP Properti Tbk (PPRO) membangun apartemen Verdura sebanyak 3 tower dengan nilai investasi sebesar Rp1,5 triliun yang juga berada di superblok CBD Sentul City. Verdura menawarkan tiga tipe hunian, yakni tipe studio (28 m2), 1 bedroom (41,2 m2), dan 2 bedroom (68,1 m2 – 69,3 m2) yang dipasarkan dengan harga perdana mulai dari Rp16,5 juta per m2 sampai Rp22,5 juta per m2. Apartemen ini dilengkapi fasilitas jogging track, taman bermain anak, kolam renang, outdoor gym dan yoga.

Sementara bersama Sumitomo Corporation asal Jepang, Sentul City mengembangkan tiga tower apartemen yang juga berada di superblok CBD Sentul City, di atas pusat perbelanjaan AEON Mall seluas 500.000 m2 yang sedang dibangun. “Tahun 2018 kami targetkan satu tower apartemen yang bekerjasama dengan Sumitomo terjual dengan target nilai penjualan Rp550 miliar,” kata Syukurman Larosa, Direktur Independen PT Sentul City Tbk.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia