Imelda Fransisca Dari Miss Beauty, Ke Miss Property

10 August 2018 13:44

Miss Indonesia 2015, Imelda Fransisca tampak antusias dengan kesibukan barunya sebagai miss property. Generasi kedua dari Olympic Group ini mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk membangun hunian berkonsep CBD di pusat kota Bogor. Seperti apa serunya Imelda menjalani aktivitasnya sebagai Marketing Director Olympic Development?

LEBIH dari 30 tahun Au Bintoro dan Wellih Tan mengembangkan bisnis furnitur rumah tangga dibawah perusahaan Olympic Furniture. Usaha barang-barang ini terbilang cukup sukses, bahkan beragam furnitur dengan brand Olympic berhasil terdistribusi hingga ke seluruh pelosok Indonesia hingga ekspor ke mancanegara. Namun, sejak 15 tahun terakhir, Olympic memilih mendiversifikasikan usahanya dengan membangun sejumlah produk properti lewat bendera Olympic Development.

Beberapa portofolio telah dilansir perusahaan pengembang yang berpusat di Bogor tersebut, antara lain; Olympic Commercial and Business District, Central Business District (CBD) Sentul Industrial Estate, Cluster Gudang Pintar serta Olympic Renotel Sentul. Menyusul yang sedang dibangun Apartemen Olympic Residence dan Office Tower.

Proyek lain yang sedang digarap adalah Olympic City, yaitu kawasan yang mengintegrasikan hunian dengan (Central Business Districts) CBD serta entertainment di atas tanah seluas 25 hektar di Kedung Halang, Kota Bogor. Proyek ini diperkirakan menelan investasi sebesar Rp20 triliun dengan tahapan pembangunan hingga selesai 10 tahun mendatang.

Imelda Fransisca adalah generasi kedua penerus bisnis Au Bintoro yang dipercaya melanjutkan tongkat estafet di sektor properti. Sementara kedua anak lainnya fokus di Olympic Furniture, manufaktur, dan ritel. Anak pertamanya, Santo Fransiscus fokus di marketing dan operasional, sedangkan Filian Fransiscus fokus di desain.

Ditemui Majalah Properti Indonesia di Marketing Gallery Olympic City belum lama ini, Imelda tampil segar dalam balutan kemeja outfit putih yang dipadu rok dan high heels hitam. Wanita kelahiran Bogor, 24 September 1982 ini bercerita bagaimana keseruannya terjun ke bisnis properti yang identik dilakoni kaum adam. Maklum, alumnus SMA Regina Pacis ini tak memiliki background pendidikan properti. Miss Indonesia 2005 dan Runner-up 1 Miss ASEAN 2005 ini adalah jebolan psikologi dari Ohio State University, Amerika Serikat.

Sebelum terjun ke bisnis properti, Imelda pernah ikut membantu di Olympic Furniture untuk acara marketing. Lepas itu, Imelda meninggalkan bisnis keluarga karena sibuk sebagai model, bintang iklan, presenter, brand ambassador sejumlah produk, news anchor di MNC TV dan Net TV hingga menjadi presenter di banyak acara perusahaan terkemuka termasuk properti. Hingga suatu ketika, sang ayah mengingatkan Imelda untuk kembali mengembangkan bisnis keluarga.

Imleda awalnya sempat dilema karena harus meninggalkan karir yang sangat dicintainya untuk beralih ke ranah manjemen dan sektor properti. Ia pun akhirnya menerima permintaan sang ayah dan nyemplung ke bisnis properti sejak 2014 lalu.

Penulis buku You Can be Anything and Make Changes dan Modern Mama ini mengatakan, proyek perdana yang ditanganinyasecara profesional adalah pembangunan “gudang pintar” di Sentul. Jika biasanya ia hanya terlibat atau bantu-bantu pada acara-acara properti seperti milik Agung Podomoro, Crown Group, dan lainnya, kini, Imelda dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasional.

Banyak yang mengatakan bagaimana bisa dari seorang miss sekarang jadi kuli. Nyatanya, sejak terjun ke bisnis properti, Imelda berkutat dengan semen-semen, keluar masuk lapangan, mengurus kontraktor, tanah, preizinan, menghadap kepala desa, dan sebagainya. “Tapi, di situ saya belajar bahwa kita harus mengerti dari pondasinya terlebih dahulu,” ujar wanita yang besar di keluarga pebisnis tersebut.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia