Istaka Karya Gandeng CCEED China, Untuk Berbagai Proyek di Indonesia

13 March 2018 09:02

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Istaka Karya (Persero), menandatangani kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan milik pemerintah Republik Rakyat China, China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur PT Istaka Karya (Persero) Widi Suharyanto dan President Director of China State Construction Overseas Development Co. Ltd, Wang Shaofeng. Penandatangan dilaksanakan di Kantor Pusat Istaka Karya, Graha Iskandarsyah lantai 9, Jl. Iskandarsyah, Melawai, Jakarta Selatan.

Melalui kerja sama strategis ini, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan sejumlah proyek infrastruktur, energi dan properti di Indonesia. Direktur Operasional PT Istaka Karya (Persero), Widi Suharyanto, mengatakan, melalui kerja sama ini akan dijajaki pengembangan dan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini sedang gencar dibangun oleh pemerintah.

“Kegiatan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan pelabuham, yang tengah tumbuh pesat di Indonesia, membuat sejumlah perusahaan dari berbagai negara khususnya dari Tiongkok, tertarik untuk menanamkan investasi ke Indonesia,” kata Widi.

Widi mengatakan, melalui kerja sama ini, terdapat tiga paket proyek jalan nasional yang akan diincar. Adapun lokasi proyek tersebut, lanjutnya, dua proyek berada di Sumatera dan satu proyek di Papua. “Kami sudah menyiapkan kerja sama untuk proyek yang dilelang pemerintah dengan skema aviability payment atau pembiayaan dengan dana didepan, untuk dua paket pekerjaan di Pekanbaru dan Palembang, serta satu paket di Wamena, Papua,” jelasnya.

Widi menambahkan, pihaknya akan menjadi partner dari CCEED untuk lelang dengan skema dengan nilai proyek diatas Rp2 triliun. Terlebih, CCEED sendiri merupakan perusahaan yang memiliki dana cukup besar untuk pembiayaan proyek. “Skema availibility payment mengharuskan kontraktor memiliki kekuatan pendanaan. Biaya pembangunan proyek akan ditanggung oleh kontraktor. Sedangkan pembayaran dari pemerintah akan dilakukan setelah proyek selesai dan dicicil dalam jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, Istaka mencari rekanan kerja sama yang memiliki pendanaan kuat sekaligus bisa mengalihkan teknologi yang dimiliki, sehingga menjadi salah satu kelebihan dalam kerja sama ini. “CCEED merupakan perusahaan konstruksi yang memiliki pengalaman cukup panjang di berbagai negara. Kita berharap, mereka bisa membawa market value di atas US$ 50 juta atau sekitar Rp700 miliar,” jelas Widi.

Sementara itu, Representatif CCEED, Steven Li, menambahkan, pihaknya melihat potensi Indonesia cukup besar. Terlebih, pemerintah Indonesia sendiri tengah gencar melakukan pembangunan di berbagai bidang. “Kami merupakan salah satu perusahaan kontruksi yang telah berpengalaman dalam menangani banyak proyek besar. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat lebih banyak lagi menggarap proyek di Indonesia,” kata Steven Li. YS