Jababeka Residence Bidik Penjualan Rp 1 Triliun Tahun 2018

17 January 2018 14:45

Dalam rangka mensosialisasikan program baru 2018 serta memberikan apresiasi bagi para agen properti dan investor, PT Grahabuana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk. yang mengembangkan kawasan Jababeka Residence di Cikarang mengundang 1.000 orang agen properti dalam acara Kick Off Conference 2018 di The Hall, Senayan City, Jakarta, Selasa (16/1). Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengembangan dan produk baru Jababeka Residence di tahun 2018, serta memberikan apresiasi kepada para agen properti Jababeka Residence dengan memberikan reward trip ke Manila (Filipina) dan Amerika Serikat untuk 48 orang.

Penjualan produk residensial dan komersial Jababeka Residence di tahun 2017 sangat memuaskan di mana target penjualan Rp525 miliar dapat dilampaui dengan total penjualan Rp712 miliar hingga akhir Desember 2017. Hal ini disebabkan oleh aktifnya pembangunan infrastruktur dan moda transportasi di jalur Jakarta-Cikampek. Sementara pada tahun 2018, Jababeka Residence menargetkan dapat meraih penjualan sebesar Rp 1 Triliun.

“Kami optimis tahun 2018 akan tumbuh walaupun tantangannya cukup tinggi di tahun politik. Kami percaya dengan banyaknya keunggulan yang kami miliki akan mendorong penjualan di tahun 2018,” ujar Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang.

Kesuksesan penjualan properti Jababeka Residence tidak lepas dari kepercayaan konsumen terhadap produk-produk properti Jababeka Residence seperti Kawana Golf Residence sebagai instrumen investasi properti yang menawarkan yield 12% per tahun. “Saat ini Jababeka Residence merupakan kawasan yang sangat diminati investor properti, terbukti lebih dari 70% pembeli properti berasal dari Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat bahkan Kawana Golf Residence berhasil menarik investor dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan,” kata Sutedja.

Faktor lain yang menjadikan Kota Jababeka menjadi suatu kota mandiri yang prospektif untuk investasi adalah maraknya pembangunan infrastruktur ke sisi Timur Jakarta seperti elevated toll road yang ditargetkan selesai tahun 2019, MRT yang ditargetkan mulai pengerjaannya di tahun 2019 serta rencana pembangunan LRT yang akan diperpanjang jalurnya dari Jakarta-Bekasi Timur menuju Cikarang, di mana total investasi yang ditanamkan pemerintah lebih dari Rp40 triliun untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Pembangunan fasilitas di dalam kawasan Kota Jababeka juga tidak kalah agresif. Di tahun 2017 sendiri Jababeka menambah fasilitas pendukung komersial seperti Hollywood Junction yang diperuntukkan untuk tenant food and beverages (F&B) seperti KFC, Pizza Hut, Bari Uma Ramen Sapo Oriental, J.Co, Breadtalk, Cafe Delico dan Resep Betawi, Richeese Factory, Holland Bakery, Hotel Celecton, Hotel Ibis Style, showroom Toyota, pengembangan gedung baru Sekolah BPK Penabur senilai Rp50 miliar.

Di bulan Desember 2017 juga dilakukan pemasangan tiang pancang untuk Living World Plaza Jababeka sebagai pusat hiburan keluarga serta outlet ACE Hardware dan Informa furnitures yang menyusul pusat perbelanjaan yang sudah dimulai pembangunannya di Kota Jababeka seperti Mayfair by Plaza Indonesia Jababeka serta Little Tokyo, mal berkonsep Jepang pertama di Cikarang.

Komitmen Jababeka Residence sebagai pengembang dalam penyelesaian proyek tepat waktu di tahun 2017 juga sangat serius, terbukti dengan serah terima produk-produk residensial dan komersial seperti Ruko Rodeo Drive, Ruko Pecenongan Square, Ruko Trace 2 & 3, Ruko Jababeka Green Market, cluster perumahan D’Cataluna, Cortes, apartemen Elvis Tower, serta rukost Beverly Hills yang terbukti sukses dengan investasi yang memberikan yield 12% untuk 5 tahun.

Pada Desember 2017 lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI meninjau fasilitas olahraga di Kota Jababeka dalam rangka Asian Games 2018. Terkesan dengan fasilitas terkait olahraga yang ada di Kota Jababeka seperti lapangan golf Jababeka, Stadion Wibawa Mukti yang berkapasitas 32.000 orang single seats, hotel-hotel, fasilitas pendidikan, dan lingkungan pendukung lainnya, Menpora Imam Nahrawi mengusulkan agar Kota Jababeka dikembangkan menjadi kawasan ‘Sport City’.

Terkait usul dari Kemenpora tersebut, Jababeka Residence mulai mengembangkan kawasan superblok residensial dan komersial seluas 21 hektar dengan konsep dan fasilitas sport bernama Sport City. Setelah Kawana Golf Residence Tahap II, Jababeka Residence akan mulai memasarkan Tahap I Sport City berupa residensial bernama Monaco Townhouse berjumlah 200-an unit dan akan dipasarkan mulai harga Rp580 jutaan. YS