Jadi Tuan Rumah FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018, Ini Sejumlah Agenda Penting yang Bakal Dibahas

06 December 2018 09:50

Bali, Mpi-update. Indonesia hari ini menjadi tuan rumah untuk acara perhelatan FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018. Ajang bisnis kelas dunia yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 1500 peserta dari 70 negara yang berlangsung di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, 7-10 Desember 2018. Keputusan sebagai tuan rumah ini sesuai keputusan Kongres Federasi Real Estat dunia atau World Congress FIABCI ke-69 yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada 28 April 2018 lalu.

Indonesia akan menjadi tuan rumah FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018 sesuai keputusan Kongres Federasi Real Estat dunia atau World Congress FIABCI ke-69 yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab dari 28 April hingga 1 Mei 2018.

Berbeda dengan kongres-kongres sebelumnya, dimana isu utama lebih pada pembahasan dari sisi arsitektur, pusat perbelanjaan dan lingkungan hidup, untuk tahun ini tema yang diangkat yaitu “Affordable Housing and Sustainable Tourism Development”. Dua isu utama yang saat ini menjadi perhatian dunia, khususnya negara-negara ketiga termasuk prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

President Fiabci Asia Pasific sekaligus Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata, menuturkan, selain dua isu utama tersebut, salah satu tema penting yang turut diangkat oleh Indonesia selaku tuan rumah adalah kesepakatan B2B Meeting, dimana nantinya akan ditawarkan proyek-proyek Pipeline yang dikembangkan developer Indonesia senilai Rp68 triliun. “Ada sekitar 17 pengembang di Indonesia yang ikut berpartisipasi menawarkan proyek properti mereka dengan nilai investasi total Rp68 triliun. Proyek tersebut berupa apartemen, kavling lahan, hotel dan lainnya,” ujar Soelaeman di Bali (05/12) kemarin. Menurut Soelaeman, dari total nilai tersebut, sebesar Rp10 triliun diantaranya telah terserap hingga telah melakukan penandatangan kerjasama.

“Kami optimis, kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi Indonesia, khususnya dalam hal penyediaan hunian layak terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta mendorong pengembangan sektor pariwisata sekaligus penyerapan tenaga kerja terbesar,” jelas Soelaman.

Seperti diketahui, Prospektifnya industri properti di Indonesia, tak bisa dimungkiri turut mengeskalasi jumlah pelaku usaha untuk menjajal peruntungannya di sektor padat modal ini. Sampai-sampai, para pelaku usahanya pun tak hanya datang dari dalam negeri, namun juga investor asing. Selain hunian, kawasan industri adalah salah satu sub sektor utama yang menjadi target untuk dibidik. Disusul tempat keramaian semacam pusat bisnis maupun pusat perbelanjaan. Beberapa developer asing bahkan tak ragu mengadopsi konsep pengembangan layaknya di Negara asal mereka untuk direalisasikan di sini.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi selama Januari – September Tahun 2018 untuk PMDN dan PMA tercatat sebesar Rp 535,4 triliun atau, naik 4,3% dibanding periode yang sama tahun 2017 (Rp 513,2 triliun). Dari total realisasi tersebut, sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran menyumbang Rp13,6 triliun atau sebesar 7,8%. Riz