Jualan Properti dengan Teknologi Virtual Reality, mencari dan membeli properti jadi sangat muda

12 February 2019 12:55

Dengan adanya teknologi Virtual Reality, mencari dan membeli properti jadi sangat mudah. Konsumen bisa merasakan sensasi seolah sedang berada di lokasi yang ada di dalam tampilan gambarnya.

Manusia menggunakan otaknya membuat teknologi untuk membantu aktifitasnya. Seiring kemajuan zaman, teknologi terus berkembang dan semakin canggih. Banyak manfaat yang bisa diraih manusia dari kemajuan teknologi. Pun untuk memasarkan sebuah produk properti. Seperti keberadaan teknologi Virtual Reality (VR). Apa sih VR?

Menurut Wikipedia, Virtual Reality atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment). Suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi.

Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik. Tetapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.

Gampangnya VR menghadirkan sesuatu di depan mata seolah-olah nyata. Bahkan Google pun memproduksi Cardboard sebagai alat bantu melihat VR dengan gadget berbasis Android. Untuk versi premium, Google juga memproduksi Daydream yang bisa berinteraksi dengan VR. Dengan melihat video atau foto VR maka konsumen bisa merasakan sensasi seolah sedang berada di lokasi yang ada di dalam tampilan gambarnya.

Properti yang dipasarkan menggunakan teknologi VR, konsumen sudah bisa “merasakan” masuk di dalam rumah. Bahkan pada fitur premium dengan gadget tambahan, calon konsumen dapat merubah lantai, warna cat, interior dll. Jadi pengembang tidak perlu membangun rumah contoh terlebih dahulu untuk bisa jualan. Atau selama membangun rumah contoh, VR ini akan sangat membantu memvisualisasikan rumah dengan sesungguhnya. Tidak hanya pemasaran properti, tapi hotel, guesthouse, penginapan juga membutuhkan teknologi VR ini. Sehingga calon konsumen yang mau menyewa sudah bisa “merasakan” kamar tempat mereka menginap sejak dari gadget di tangan mereka.

VR ini berbasis web sehingga membutuhkan website. Dikombinasi dengan media offline, bisa dipasang QRCode (semacam barcode) di brosur, iklan koran dan media offline lainnya yang memungkinkan, kemudian calon pembeli melakukan scanning QRCode dengan gadget-nya. Kemudian secara otomatis akan mengarahkan menuju web yang sudah ditanam teknologi VR.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia