Kampi Hotel Nostalgia dari Pilihan Interior Retro Kolonial. konsep desain kolonial yang dibalut dengan sentuhan kontemporer, sehingga menciptakan suasana dan atmosfer yang unik dan menarik dengan penerapan beragam elemen dan dekorasi yang cenderung antik, namun tidak ketinggalan zaman

16 January 2019 15:16

Hotel Kampi Surabaya merupakan hotel yang mengusung konsep desain kolonial yang dibalut dengan sentuhan kontemporer, sehingga menciptakan suasana dan atmosfer yang unik dan menarik dengan penerapan beragam elemen dan dekorasi yang cenderung antik, namun tidak ketinggalan zaman.

Selain mencari tempat berlibur yang bisa melepaskan penat, menemukan kamar hotel yang nyaman adalah hal yang tak kalah penting. Oleh sebab itu, kamar hotel kerap menyajikan fasilitas dan kenyamanan yang ditujukan untuk kepuasan bagi para pengunjungnya.

Tidak hanya itu, rancangan interior hotel pun hampir selalu memiliki daya tarik yang khas dan unik. Tampilan interior memang menjadi salah satu upaya untuk mendatangkan banyak pengunjung. Maka tak heran, bila mendesain penginapan atau hotel yang unik bisa dianggap sebagai salah satu upaya pemasaran, atau menjadi bagian dari itu.

Dus, desain dan dekorasi kamar-kamar di penginapan dan atau hotel memerlukan sentuhan dekorasi yang benar-benar pas dan tepat. Dengan desain dan dekorasinya yang unik, sebuah hotel pasti akan terlihat sangat menarik juga artistik.

Salah satunya adalah Kampi Hotel brand by Santika Hotel, yang menawarkan desain dan konsep yang kuat pada interiornya. Hotel yang terletak di Jalan Taman Apsari No.3-5, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya ini memilih gaya interior yang berbeda dari hotel kebanyakan, yakni kolonial kontemporer.

Desain Interior Kampi Hotel, Ariya Sradha menuturkan, pemilihan gaya desain tersebut bukanlah tanpa alasan. Sebab, kawasan Kampi Hotel merupakan daerah konservasi budaya bangunan kolonial oleh Pemda. Selain itu, gaya tersebut dianggap mampu menawarkan gagasan baru di antara gaya hotel Santika yang sudah ada. “Brand ini harus lebih stand out. Selain itu, kami membidik pengunjung dari generasi milenial yang gemar travelling yang sudah melek desain,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Ariya, tema retro kolonial atau kolonial kontemporer masih jarang dipilih untuk sebuah hotel. Terlebih, bila tema kolonial dulu dianggap kuno dan lebih ke heritage. “Padahal, dengan tema ini ternyata menarik, apalagi bila dipadu padankan dengan desain modern. Sehingga jauh dari kesan spooky dan tua,” ujarnya.

Sebagai hotel yang berada di kawasan heritage Surabaya, aksen khas kolonial peninggalan zaman Belanda sangat kental dirasakan. Memori akan bangunan zaman kakek nenek begitu hangat, namun tetap ada sentuhan gaya kekinian.

Misalnya, pada saat memasuki lobby dari Hotel Kampi, suasana khas rumah kolonial yang berpadu dengan kontemporer sangat terasa. Dominasi warna putih, krem, dan cokelat memunculkan kesan teduh dan hangat. Sementara, untuk kontemporer tercermin dari banyaknya garis yang terlihat ramping dan kontras yang diaplikasikan pada area dinding dan langit-langit.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia