Kawasan Industri Halal Peluang Besar yang Belum Tergarap Maksimal

10 August 2018 11:24

Menjadi salah satu negara dengan mayoritas masyarakat muslim terbesar di dunia, nyatanya industri halal di Indonesia belum berkembang secara maksimal. Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan konsumen terbesar untuk beragam produk makanan halal dunia dengan potensi nilai ekonomi mencapai $197 miliar dolar AS.

Halal merupakan kosakata bahasa Arab yang berarti diperbolehkan. Namun secara harfiah, Halal dapat dimaknai sebagai segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan sesuai hukum syariah Islam dan dapat merujuk pada barang dan jasa yang diterima oleh umat Muslim.

Selama ini banyak orang berpikir jika slogan halal dalam dunia industri merupakan aturan Islam yang hanya erat kaitannya dengan proses produksi makanan. Padahal, dalam industri halal global, aturan halal tersebut mengatur segala jenis industri mulai dari hulu ke hilir, mulai dari obat-obatan hingga kosmetik serta industri-industri lain yang berkembang pesat.

Sebuah laporan yang dilansir Pew Research Center, mencatat, nilai pasar makanan dan minuman halal global pada 2014 tercatat sebesar $1,37 triliun atau mewakili 18% dari seluruh pasar dan jumlah umat Islam di seluruh dunia yang diperkirakan akan meningkat dari 1,6 miliar pada 2010 menjadi 2,8 miliar pada 2050. Di Eropa, bahkan pasar halal terus bertumbuh dengan perkiraan tingkat tahunan antara 10-20%. Permintaan tersebut salah satunya didorong oleh keinginan umum terkait kepatuhan Syariah di antara populasi Muslim yang terus bertambah.

Selain diterapkan pada negara-negara mayoritas penduduk muslim, perkembangan industri halal terbilang cukup pesat di negara mayoritas non-muslim. Hal ini dikarenakan bertumbuhnya permintaan akan produk halal di seluruh dunia. Bahkan terdapat beberapa sektor dari halal lifestyle yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian dunia, antara lain; makanan, finance, travel, kosmetik, pendidikan, fashion, media rekreasi, serta seni dan kebudayaan.

Yang menarik, negara-negara minoritas islam seperti Thailand, Korea Selatan, Rusia, Meksiko, Jepang, dan Spanyol telah memiliki kegiatan industri halal di negaranya. Hal ini disebabkan karena banyaknya konferensi dan seminar tentang industri berbasis halal.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia