Kawasan Parung Panjang Bertumpu di Jalur Kereta, Berharap pada Akses Tol. Revitalisasi Stasiun Parung Panjang dan Aktifnya Jalur Ganda Parung Panjang-Maja Telah Mengubahnya Menjadi “Surga Baru” Bagi Bisnis Properti

01 November 2017 16:03

Meski dekat dari Jakarta dan nempel dengan Tangerang, pembangunan Parung Panjang justru jauh tertinggal. Namun, revitalisasi Stasiun Parung Panjang dan aktifnya jalur ganda Parung Panjang-Maja telah mengubah kawasan ini. Teraktual, Parung Panjang menjadi “surga baru” bagi bisnis properti juga pencari hunian murah.

Parung Panjang merupakan kecamatan paling barat Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang tengah menggeliat. Kawasan yang memiliki luas 7.118,06 hektar ini terdiri dari 11 desa seperti Cibunar, Cikuda, Dago, Kabasiran dan lainnya. Sisi utara Parung Panjang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang, sedangkan sebelah barat, selatan dan timur bersinggungan dengan kecamatan Tenjo, Cigudeg dan Ciseeng-Bogor.

Sejatinya, Parung Panjang direncanakan sebagai kota penyangga Jakarta seperti Tangerang dan Depok sejak era Soeharto, namun hal tersebut belumlah terealisasi. Nyatanya, Parung Panjang hanya menjadi jalur perlintasan truk-truk penambang batu dan pasir dari Cigudeg dan Ciseeng menuju Tangerang dan Jakarta.

Melintasnya kendaraan besar yang kerap disebut transformer oleh masyarakat sekitar membuat jalur utama perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Banten itu acap kali rusak. Bukan hanya itu, udara sekitar jalur perlintasan juga selalu berdebu sehingga membuat pembangunan
Parung Panjang mandeg.

Meski sudah adanya peraturan pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengatur waktu perlintasan truk-truk besar itu, namun dirasa belum efektif. Karena itu, masyarakat bersama stakeholder berharap pemerintah provinsi merelokasi jalur armada penambang agar Parung Panjang segera melesat seperti Tangerang atau Depok.