Kinerja 20 Pengembang Kakap Q 3/2018; Ada yang Tergelincir (3)

12 March 2019 11:08

Laporan utama Majalah Properti Indonesia (MPI) menurunkan ulasan utama (fokus) tentang kinerja 25 besar pengembang pada quartal III 2018.

Beberapa di antara raksasa bisnis properti yang sebelumnya mencatat pertumbuhan yang tinggi, mengalami penurunan kinerja yang ditandai dengan penurunan penjualan dan laba bersih.

PT Alam Sutera Realty Tbk

PT Alam Sutera Tbk termasuk salah satu developer yang kinerjanya menurun. Hingga kuartal III 2018 pengembang kawasan perumahan Alam Sutera ini hanya mampu membukukan laba bersih Rp638,9 miliar atau merosot 42,7% dibandingkan dengan net profit perseroan di periode sebelumnya yang mencapai Rp1,11 triliun. Sedangkan pendapatan Alam Sutera masih naik walaupun sangat tipis yakni 1,07% dari Rp3,16 triliun menjadi Rp 3,2 triliun.

PT Intiland Development Tbk

Menyusul Alam Sutera, hingga kuartal III-2018, Intiland hanya mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp123 miliar atau turun 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 233 miliar. Sementara pendapatan usaha mencapai Rp2,4 triliun, naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Pendapatan ini ditopang oleh adanya pengakuan dari penjualan tanah yang masuk kategori bukan bisnis inti. Penjualan tanah ini tercatat di segmen pengembangan kawasan perumahan. Kontributor lainnya pada segmen ini antara lain berasal dari sejumlah proyek perumahan seperti Serenia Hills Jakarta, Graha Famili dan Graha Natura Surabaya, Talaga Bestari dan Magnolia Residence di Tangerang.

PT PP Properti Tbk

Developer PT PP Properti Tbk (PPRO) berhasil mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III 2018 dengan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 305,8 miliar atau meningkat 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PP Properti juga berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar Rp1,82 triliun atau naik tipis sebesar 1,7%. Pendapatan emiten berkode PPRO ini berasal dari penjualan apartemen sebesar Rp1,69 triliun dan pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp124,4 miliar.

PT Modernland Realty Tbk

PT Modernland Realty Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,69 triliun pada kuartal ketiga 2018, turun dibandingkan dengan pencapaiannya periode sebelumnya sebesar Rp1,87 triliun. Penurunan kinerja ini juga diikuti oleh pencapaian laba sebesar Rp 73,32 miliar atau turun dari pencapaian sebelumnya Rp132,42 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan terbesar disumbangkan oleh penjualan bersih sebesar Rp1,60 triliun, diikuti oleh hotel dan pendapatan sewa sebesar Rp 46,07 miliar, serta lapangan golf dan restoran club house sebesar Rp37,68 miliar.

PT Jaya Real Property Tbk

Hingga triwulan III 2018, pengembang kawasan kota mandiri Bintaro Jaya ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,65 triliun atau naik tipis 3% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp1,61 triliun. Sayang, kinerja positif di pendapatan ini tidak diikuti perolehan laba bersih Perseroan yang tercatat sebesar Rp687 miliar atau turun 5 % dibanding periode sebelumnya sebesar Rp722 miliar.

PT Metropolitan Kentjana Tbk

PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) berhasil mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2018. Laba bersih perusahaan properti ini tumbuh 30,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga kuartal III 2018, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp788,1 miliar. Sedangkan kuartal III-2017 hanya mengantongi laba bersih Rp 601,7 miliar. Pertumbuhan laba The Modern Golf Apartment

Perumahan Alam Sutera bersih tersebut sejalan dengan perolehan pendapatan. Developer dengan kode emiten MKPI ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,65 triliun atau tumbuh 25,2% dari periode sebelumnya Rp 1,32 triliun. Pendapatan ini berasal dari pendapatan sewa sebesar Rp907,6 miliar dan pendapatan penjualan sebesar Rp747,1 miliar.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk

Hingga triwulan III 2018, penjualan yang dicapai PT Kawasan Industri Jababeka Tbk adalah sebesar Rp1,58 triliun atau turun hingga 32% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp2,32 triliun. Pengembang kawasan industri Jababeka ini juga menderita kerugian karena membebangkaknya beban keuangan yang harus ditanggung perusahaan dan merosotnya pendapatan usaha. Hingga kuartal III 2018, Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp389,5 miliar. Padahal periode yang sama tahun lalu mereka masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp129,6 miliar.

PT Plaza Indonesia Realty Tbk

Plaza Indonesia Realty berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,18 triliun hingga kuartal III 2018 atau hanya naik tipis dibanding periode sebelumnya. Namun, kinerja di pendapatan ini tidak diikuti oleh perolehan laba bersih karena tercatat turun hingga 89 persen menjadi Rp22 miliar dari periode sebelumnya Rp203 miliar.

PT Jakarta Setiabudi Int’l Tbk

Pada kuartal III 2018, Jakarta Setiabudi memperoleh laba bersih sebesar Rp 218,8 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp100,3 miliar. Kierja positif ini diikuti pencapaian kinerja pendapatan yang juga naik 33 % dari Rp837 Miliar pada kuartal III tahun 2017 menjadi Rp1,11 triliun periode tahun ini.

PT Metropolitan Land Tbk

Hingga triwulan III 2018, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp302,3 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun 2017, perusahaan hanya mengantongi Rp151,7 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatannya yang meningkat 29,4% dari Rp733,3 miliar menjadi Rp949,3 miliar. Pendapatan pengembang dengan kode emiten MTLA ini berasal dari penjualan sebesar Rp572,7 miliar atau 60,3% terhadap total pendapatan yang diperoleh dari penjualan tanah dan bangunan yang mengalami kenaikan dari Rp290 miliar menjadi Rp358,2 miliar, penjualan kavling tanah naik dari Rp72,8 miliar menjadi Rp194,3 miliar, dan penjualan ruko yang naik dari Rp4,5 miliar menjadi Rp20,2 miliar.

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesarRp924 miliar atau naik 6,09% dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp871.608. Pencapaian ini dikontribusi dari wisata baik ticketing, F&B, merchandise, dan hotel yang memberikan kontribusi 92% dari total pendapatan perseroan. Adapun, untuk laba bersih, perusahaan dengan kode emiten PJAA ini mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar Rp161,59 miliar atau tumbuh 1,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 159,27 miliar.

PT Bakrieland Development Tbk

PT Bakrieland Development Tbk berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp3,1 triliun hingga kuartal III-2018 atau naik 17.98% setelah rugi Rp11,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian itu didapat dari penyelesaian utang obligasi global sebesar US$ 270 juta. Hal ini menjadikan sisa utang mengandung bunga ELTY hingga kuartal III-2018 turun ke angka Rp1,66 triliun dari awalnya sebesar Rp5,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Hingga kuartal III-2018 pendapatan Perseoroan mencapai Rp801,53 miliar, terdiri dari pendapatan berulang sebesar Rp650 miliar dan pendapatan tidak berulang Rp150 miliar. Pendapatan ini menurun sebesar 12 % dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp916,67 miliar.

PT Sentul City Tbk

PT Sentul City Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 801 miliar di kuartal III 2018. Torehan ini meningkat 12.03% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp715,122 miliar. Sayangnya kinerja positif pendapatan tersebut tidak diikuti oleh pencapaian laba bersih yang hanya sebesar Rp42 miliar atau turun 48 % dibanding laba bersih periode sebelumnya sebesar Rp83 miliar.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia