Kinerja Grup Intiland, Jaya Real, & Grup Setiabudi Urutan 12,13 & 14

09 January 2018 10:18

Grup PT Intiland development Tbk (DILD) menempati urutan ke 12 sebagai perushaan berkinerja terbaik 2017 berbasis data quartal 3 2017. DILD mencatat pendapatan Rp1,6 triliun dengan Laba Bersih Rp 167 miliar. Menyusul PT jaya Real properti, dan Jakarta Setiabudi International, Tbk (JSPT).

Sepanjang Triwulan III 2017, pengembang Intiland Development berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,7 triliun atau meningkat tipis 4% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp1,6 triliun.

Sayang, kinerja positif tersebut belum mampu mengerek perolehan laba bersih perseroan yang tercatat Rp167 miliar atau menurun 18 % dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu RpRp205 miliar.

Sepanjang 2017, pendapatan pengembang apartemen premium Regatta dan 1Park Residence ini dikontribusi dari penjualan recurring income seperti perkantoran dan mall serta non reccuring. Salah satu proyek terbaru yang diluncurkan pada 2017 adalah Fifty Seven Promenade – kawasan mixed-use dan high rise skala 3,2 hektar di kawasan Kebon Melati, Jakarta.

Ada pun PT Jaya Real Property Tbk mencatat pendapatan : Rp1,6 triliun dan laba Bersih Rp 722 miliar. Sepanjang tahun 2017, salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini mencatat penjualan sebesar Rp1,6 triliun atau turun tipis 6% dari periode sebelumnya Rp1,7 triliun.

Penurunan ini juga diikuti oleh perolehan laba bersih dari pengembang kawasan kota mandiri Bintaro Jaya ini sebesar 2 % atau Rp722 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp740 miliar. Kontribusi penjualan Jaya Real Properti sebagian besar dikontribusikan dari perumahan Bintaro Jaya.

Sementara sisanya dari proyek apartemen Silktown seluas 12,5 hektar di Serpong, Tangerang Selatan dan perumahan di Pasar Kemis, Tangerang. Silktown nantinya akan merangkum sebanyak 14 menara apartemen.

PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, masih periode quartal 3 2017 mencatat pendapatan, Rp 836 miliar dengan laba bersih : Rp 100 miliar. Jakarta Setiabudi sepanjang 9 bulan 2017 berhasil membukukan penjualan sebesar Rp836 miliar atau meningkat 7% dari periode yang sama pad atahun sebelumnya yaitu Rp780 miliar.

Kinerja positif tersebut juga diikuti perolehan laba bersih perseroan sebesar Rp100 miliar atau meningkat 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp96 miliar. Pendapatan terbesar dari pengembang area perkantoran Setiabudi Building, Jakarta ini dikontribusi oleh bisnis hotel dengan jumlah kamar sebanyak 2.028 yang tersebar di beberapa daerah seperti Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Sementara sisanya dari bisnis sewa perkantoran, ritel dan penjualan proyek residensial.

Dalam waktu dekat, perseroan akan mengembangkan kota mandiri seluas 670 hektar yang terintegrasi dengan proyek mixed use dan residensial di Sumatera Utara. Untuk mengakuisasi lahantersebut Jakarta setiabudi setidaknya menganggarkan investasi sebesar Rp200 miliar.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia