Kinerja Grup MNC, Metropolitan & Sentul City 2017 Urutan 15,16 & 17

10 January 2018 11:48

Kinerja MNC Land (KPIG) dalam ulasan Laporan Utama Majalah Properti Indonesia edisi Januari 2018 berada di urutan 15. Menyusul Metropolitan land dan Sentul City di urutan 16 dan 17 berdasarkan data quartal 3 2017.

Disebutkan pendapatan KPIG tercatat Rp786 miliar dan laba bersih : Rp1,13 miliar. Perusahaan developer dibawah bendera MNC Group milik Harry Tanoesoedibjo ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp786 miliar atau meningkat 9% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp720 miliar.

Perolehan tersebut belum mampu menggerek laba bersih perusahaan yang hanya Rp1,13 miliar atau terjun bebas hingga 100 persen dari periode sebelumnya yang mencapai Rp591 miliar. Penurunan ini juga terjadi pada total asset perseroan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp14,1 triliun menjadi Rp13,6 triliun, serta Equitas perseroan dari sebelumnya Rp11, 5 triliun menjadi Rp10,6 triliun.

MNC Land saat ini tengah berfokus untuk menggarap sejumlah proyek, antara lain; MNC Lido City, Bali Nirwana Resort, MNC City Tangerang serta beberapa proyek lainnya. Untuk tahun 2017, Perseroan sendiri telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp3 triliun.

Urutan 16 diduduki PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) yang mencatat pendapatan : Rp733 miliar dan laba bersih : Rp 151 miliar. Sepanjang sembilan bulan 2017, pengembang kawasan perumahan Metland Transyogi ini membukukan penjualan sebesar Rp733 miliar atau menurun 4% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp764 miliar.

Penurunan pertumbuhan penjualan tersebut juga diikuti perolehan laba bersih sebesar Rp151 miliar atau turun sekitar 10 % dari periode sebelumnya Rp168 miliar. Salah satu proyek terbaru yang digarap Metland adalah The rivera @ Puri. Untuk menegmbangkan kawasan perumahan seluas 12 hektar ini Metland menggandeng developer asal Singapura Keppel Land.

Urutan berikutnya adalah PT Sentul City Tbk (BKSL)mencatat pendapatan : Rp715 miliar dan laba bersih Rp 83 miliar.

Sepanjang 2017, pengembang kawasan perumahan Sentul City ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp715 miliar atau meningkat 50% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp478 miliar.

Namun, kinerja positif pendapatan tersebut belum diikuti oleh pencapaian laba bersih perseroan yang hanya mencapai Rp83 miliar atau melorot sebesar 20% diibanding periode sebelumnya Rp104 miliar.

Saat ini Sentul City tengh fokus untuk menggarap proyek superblock di CBD Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar. Proyek ini merangkum pusat perbelanjaan, empat tower apartemen, perkantoran dan hotel. Ke depan, perseoran juga akan meluncurkan empat cluster baru yang merangkum 361 unit rumah di atas lahan 20 hektar.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia