Konsep Co-Living Space Kos-Kosan Modern Bagi Generasi Milenial

08 March 2018 09:51

Co-living space biasanya melibatkan apartemen full furnish, dapur umum dan ruang bersama dengan penekanan pada fasilitas dan komunitas. Keuntungannya meliputi keterjangkauan, fleksibilitas dan kemudahan penggunaan.

Menjadi pekerja lepas (freelancer), kini menjadi pilihan banyak orang. Terlebih bagi generasi milenial. Pada tahun 2020, diperkirakan 50% generasi milenial akan menjadi freelancer. Menurut data dari The Freelancer Union, satu dari tiga orang Amerika adalah pekerja lepas.

Di Indonesia sendiri, merujuk pada situs Freelancer.com, perkiraan jumlah anggota yang berasal dari Indonesia adalah 550 ribu orang per Oktober 2015 dan diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia.

Banyak faktor yang membuat freelancer disukai. Paling utama adalah pesatnya perkembangan teknologi yang bisa sangat membantu dalam melakukan pekerjaan dan membuat orang bisa bekerja dari mana saja. Sekarang, pekerjaan menulis, membuat desain, atau pekerjaan yang menggunakan komputer tak melulu harus dilakukan dari kantor, melainkan bisa dari rumah, kafe, bahkan mungkin dari pantai.

Menjadi pekerja lepas tak hanya membuat mereka bekerja secara mandiri, tetapi juga bisa mengembangkan diri. Bila pekerja lepas juga seorang pengusaha, bisa jadi mereka akan menciptakan siklus penciptaan lapangan kerja mandiri. Fleksibilitas waktu yang dimiliki pekerja lepas bukan berarti milenial adalah generasi malas.

Mereka melihat pentingnya keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Mereka juga tahu waktu yang paling produktif untuk mulai bekerja. Apalagi dengan kondisi lalu lintas yang semakin macet, waktu menjadi sangat berharga.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia