Koridor Timur Jadi Sun Rise Properti, Menyusul Banyak Infrastruktur Baru

15 October 2018 12:49

Di koridor timur Jakarta pembangunan infrastruktur saat ini sedang dilakukan lebih masif lagi. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Majalengka baru saja beroperasi. Sementara pelabuhan Patimban di Subang sedang dikerjakan pembangunannya.

Patimban Deep Seaport nantinya membantu aktivitas ekspor dan impor di daerah tersebut. Lantaran merupakan pelabuhan dalam, kapal besar dapat langsung merapat dan tak lagi perlu melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain itu juga akan dibangun kereta api cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung. Moda transportasi ini akan membuat lama perjalanan Jakarta-Bandung hanya 39 menit. Sementara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah mengoperasikan KRL hingga Stasiun Cikarang di Kabupaten Bekasi

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. saat ini sedang membangun Light Rail Transit (LRT) rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 18,5 km yang progresnya hingga pertengahan September lalu sudah mencapai mencapai 33,34%. Koridor LRT Bekasi-Cawang sendiri merupakan bagian dari pekerjaan tahap pertama proyek LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang direncanakan selesai pada tahun 2019. Koridor ini akan dilengkapi dengan 6 stasiun dari mulai Cawang sampai Bekasi Timur. Dari Cawang, lintasan LRT yang dibangun akan melintasi jalan Tol Jakarta- Cikampek.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah melayangkan surat ke Pemerintah Pusat agar proyek pembangunan LRT dilanjutkan sampai Cikarang, guna mengurai kemacetan lalulintas. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Slamet Supriadi mengatakan, pihaknya membutuhkan perpanjangan rute LRT untuk pengentasan kemacetan. Sebab, dia menilai total perjalanan dari daerah penyanggah ke DKI, sudah mencapai 47.5 juta perjalanan setiap hari. Dan 70%, atau sekitar 34 juta perjalanan itu berasal dari Bekasi.

Lalu setelah mangkrak selama 22 tahun, pembangunan tol Bekasi-Cawang- Kampung Melayu (Becakayu) yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Jakarta Timur juga terus dikebut pembangunannya. Direktur Utama PT Waskita Toll Road, Herwidiakto menjelaskan, untuk pengerjaan jalan tol layang seksi 1BC sudah selesai dan bisa dilalui. Sementara saat ini pihaknya tengah mengerjakan proyek seksi 1A yaitu yang ada di kawasan Cipinang Melayu, Kalimalang. Trase tol Becakayu seksi 2 akan diteruskan sampai ke Tambun. Pemerintah menargetkan tol Becakayu beroperasi lebih panjang pada Juni 2019.

Infrastruktur jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, yang merupakan sebuah proyek jalan layang bebas hambatan yang tersambung dari Cikunir sampai Karawang Barat sepanjang kurang lebih 38 km, juga terus dikebut pembangunannya oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. bersama PT Acset Indonusa Tbk .lewat Kerja Sama Operasi (KSO) senilai Rp13,5 triliun. Ditargetkan pembangunan tol Jakarta-Cikampek II Elevated selesai Maret 2019 mendatang.
PT Waskita Toll Road juga tengah mengerjakan ruas tol Cibitung-Cilincing. Herwidiakto memastikan, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing terus dikerjakan pihaknya walaupun progresnya berjalan lambat. Kendati demikian, dia memastikan kalau Jalan Tol Cibitung-Cilincing bakal rampung pada 2019 mendatang.

“Jadi untuk sekarang ini fokusnya itu di jalan layang dari Cibitung ke arah Cilincing dibangun dahulu interchange-nya karena relatif lahannya sudah bebas dan milik Jasa Marga. Untuk tahun ini belum ada target operasi,” papar Herwidiakto. Jalan Tol Cibitung-Cilincing dibangun sepanjang 34 km dengan nilai investasi mencapai Rp4,22 triliun

Jalan tol ini ini terdiri atas empat seksi, yakni Seksi 1 Cibitung-Telagaasih sepanjang 2,96 km, Seksi 2 Telagaasih-Tembelang dengan panjang 9,41 km, Seksi 3 dari Tembelang-Mekarjaya sepanjang 13,09 km, dan Seksi 4 Mekarjaya-Cilincing sepanjang 8,56 km. Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi beban angkutan barang dan kendaraan di ruas jalan tol Jakarta–Cikampek yang melintasi kawasan Cawang.
Bekasi juga tengah bersiap menyambut tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cibitung dan tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan yang menghubungkan daerah Jatiasih ke Purwakarta. Kedua jalan tol tersebut akan beririsan dengan jalan arteri primer di Bekasi Selatan yakni Jalan Raya Narogong.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018 yang diselenggarakan Rumah.com bersama lembaga riset Intuit asal Singapura menyebutkan, 87% responden menganggap kedekatan hunian dengan sarana transportasi umum, baik itu halte bus, stasiun kereta api, dan lainnya, adalah hal yang penting.

“Pencari properti, khususnya hunian, saat ini sudah semakin realistis. Mereka sadar bahwa harga hunian di dekat pusat kota sudah semakin sulit dijangkau. Sementara itu, rumah masih menjadi jenis properti hunian paling favorit. Rumah-rumah dengan harga terjangkau kini hanya terdapat di pinggiran kota, bahkan di kota-kota penyangga. Nah, agar bisa memiliki rumah sesuai kemampuan namun aktivitas sehari-hari tak terganggu, para pencari hunian ini akhirnya menjadikan jarak dari rumah ke sarana transportasi umum sebagai pertimbangan utama,” papar Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia