Kurniawan Santosa , Deputy General Manager Citra Garden BMW Cilegon Bersyukur Dikelilingi Rekan Kerja yang Solid

15 October 2018 16:20

Meniti karir di sebuah perusahaan developer properti selama 18 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tentu banyak pengalaman yang telah dikecap; pahit, manis maupun pasang dan surut. Meski begitu, semuanya tetap dijalani Kurniawan Santosa dengan tekun. “Nilai-nilai kekeluargaan, profesionalitas, dan jenjang karir yang jelas membuat saya tetap memilih berkarir di Ciputra Grup,” ujar Kurniawan Santosa, Deputy General Manager Citra Garden BMW, Cilegon, Banten.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di jurusan teknik arsitektur pada Universitas Parahyangan, Ban-dung, Kurniawan Sentosa mengawali karir profesionalnya sebagai arsitek. Beberapa perusahaan konsultan sempat menjadi singgahan hingga akhirnya memilih Ciputra Group sebagai labuhan terakhirnya hingga saat ini.

“Saya bergabung dengan Ciputra Grup pada tahun 2000, setelah sempat berkarir di beberapa perusahaan konsultan arsitek. Kala itu, project pertama yang saya tangani adalah Citra Garden dengan proyek Citra Garden
2 extention,” kata pria yang juga pencinta dunia hobi fotografi ini.

Sukses dengan Citra Garden 2 extention, Kurniawan lantas dipercaya untuk menangani beberapa proyek lainnya,
antara lain; Citra 7, Citra 8, Citra Grand Cibubur, Citra Indah Jonggol, serta proyek Grand Shenyang International City, yang berada di Tiongkok. “Kurang lebih satu tahun saya berada di sana untuk menangani proyek Shenyang,” kenangnya.

Sebagai arsitek, dedikasi dan kredibilitas Kurniawan memang tak diragukan lagi. Berbagai tanggung jawab yang diberikan berhasil ia lakoni dengan baik. Hingga akhirnya ia dipercaya menjabat Deputy General Manager untuk menangani proyek Citra Garden BMW di Cilegon, Banten.

Mengemban tugas tersebut, diakui Kurniawan bukanlah persoalan mudah. Ia yang sebelumnya hanya memfokuskan diri pada pekerjaan sebagai arsitek, kini juga harus bertanggung jawab untuk mengurusi divisi marketing, finance hingga SDM. Namun, hal itu bukan masalah sebaliknya tetap dihadapi dengan ikhlas.

“Tentunya berbeda, ketika menjadi arsitek masalah yang dihadapi lebih spesialis, seperti desain dan konsep.
Sementara, sekarang lebih generalis, misalnya ke-uangan, karyawan, penjualan dan lain sebagainya,” tutur pria ramah ini.

Kurniawan mengaku cukup beruntung karena dike-lilingi rekan kerja yang solid dan lingkungan pekerjaan yang masih menjunjung nilai-nilai kekeluargaan, sehingga sangat membantunya untuk terjun secara total di industri properti. “Walaupun saya terbilang baru, banyak orang yang membimbing, sehingga saya banyak belajar,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara ini optimis. RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia