Lagi, Perusahaan Properti Ramai-Ramai Melantai Di Bursa

14 December 2018 11:30

Sepanjang tahun 2018 banyak perusahaan properti baru yang mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tak banyak perusahaan properti yang membuka dirinya pada khalayak luas dengan melepas sejumlah saham ke publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain sejumlah syarat yang harus dipenuhi, perusahaan yang telah menyandang status perusahaan terbuka alias Tbk ini juga harus transparan pada sejumlah pemegang saham.

Hampir dua dekade sejak 1997-2017, jumlah perusahaan properti yang melantai di BEI masaih bisa dihitung jari seperti Sentul City (BKSL), Bukit Darmo properti (BKDP), Bhuawanatata Indah Permai (BIPP), Binakarya Jaya Abadi (BIKA), Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), Bumi Citra Permai (BCIP), Bekasi Asri Pemula (BAPA), Alam Sutera Reality (ASRI), Agung Podomoto Land (APL) dan Arminidian Karyatama ARMY).

Namun jika dua dekade terakhir jumlah pengembang properti yang melantai tidak begitu massif, lain halnya di tahun ini. Menurut catatan Properti Indonesia sejumlah perusahaan properti baru kembali ramai-ramai melantai di BEI sepanjang tahun 2018.

Perusahaan properti yang mencatatkan dirinya di BEI pada semester kedua 2018 adalah PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk yang mencatatkan saham baru dengan kode saham RISE. Perseroan ini menawarkan 1,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 pada 2-4 Juli 2018. Harga saham perdana yang ditawarkan Rp163 per saham dengan total dana diraup sekitar Rp244,5 miliar. Perseroan telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Adapun, perseroan menawarkan 0,007 persen atau 100 ribu saham dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO untuk program ESA. Dana hasil IPO antara lain akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan sejumlah proyek antara lain Voza Office dan aparteman The 100 Residence.

Sepanjang bulan Juli ada 3 perusahaan properti yang mencatatkan diri di BEI. PT Pollux Properti Indonesia Tbk adalah salah satunya. Perusahaan ini menargetkan laba bersih tahun 2018 dapat meroket sekitar 300% dibandingkan tahun lalu.

Donisius Adi, Direktur Pollux Properti Indonesia, mengatakan bahwa tahun ini perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp1,6 triliun dan laba bersih Rp400 miliar. Target ini melonjak signifikan bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan tahun lalu. Tahun 2017, emiten dengan kode saham POLL ini membukukan pendapatan Rp442 miliar dan laba bersih Rp100 miliar. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan dan laba tahun ini diproyeksikan masing-masing 262% dan 300%.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia