Laporan Bisnis Properti dari Trade Zone Batam (1)

10 October 2017 12:35

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Oktober 2017 menurunkan liputan utama (Fokus) tentang laporan bisnis properti dari Batam. Edisi cetak dapat diperoleh di toko buku dan edisi digital dapat diakses melalui link di akhir tulisan ini.

Disebutkan Kota Batam, Kepulauan Riau, letaknya yang strategis berada pada jalur pelayaran internasional dengan jarak 12,5 mil laut (20km) dari Singapura serta statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (free trade zone), menjadikan Batam sebagai salah satu kota paling prospektif bagi iklim investasi dalam negeri.

Batam belum dapat disejajarkan dengan Singapura. Meski begitu, Batam bisa menyediakan banyak hal yang tidak dimiliki Singapura. Misalnya saja, ketersediaan lahan yang luas dan murah serta biaya produksi yang tergolong rendah. Apalagi, sudah sejak lama, Batam menjadi lokasi hang out bagi warga Singapura, setelah menjamurnya kawasan-kawasan wisata di Batam.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, mengatakan bahwa realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam, Kepulauan Riau, tahun 2016 sebesar Rp6,26 triliun (71 Proyek). Jumlah ini meningkat sebesar 46,6 persen dibandingkan periode sebelumnya tahun 2015 sebesar Rp4,27 triliun (63 Proyek).

Realisasi PMA ini umumnya didominasi oleh sektor industri alat angkutan dan transportasi lainnya, serta industri mineral non logam dan industri kimia dasar. Sedangkan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 2016 sebesar Rp 489,5 miliar (75 proyek), mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 13 (tiga belas) kali lipat dari tahun 2015 sebesar Rp 34,7 miliar (77 proyek).

“Peningkatan PMDN ini disebabkan oleh peningkatan pada proyek-proyek investasi pertambangan minyak dan gas alam serta proyek-proyek properti di Kota Batam pada tahun 2016,” kata Lembong di Batam, awal Februari 2017 lalu.
Senada dengan Kepala BPKM, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat, hingga Agustus 2017, realisasi penanaman modal asing (PMA) di Batam melampaui target indikator kinerja utama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Investasi sektor PMA sampai Agustus menembus USD627 juta dari target tahun ini USD558 juta.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro mengemukakan, lonjakan investasi PMA periode Januari-Agustus 2017 yang di luar ekspektasi itu dipicu kian menguatnya keyakinan investor asing untuk menanamkan modal di Batam. “Keyakinan investor asing begitu kuat setelah kami merehabilitasi berbagai masalah. Artinya, semua indikator perekonomian di Batam membaik selama 2017. Kami bicara fakta bukan kata-kata,” kata Hatanto seperti dilansir Media Indonesia, akhir Agustus 2017 lalu.

Hatanto menyebutkan, untuk target serapan tenaga kerja hingga akhir tahun ini diproyeksikan 4.500 orang. Sementar, hingga Agustus 2017, misalnya, penyerapan sudah mencapai 5.671 orang. Peningkatan serapan tenaga kerja itu didorong meningkatnya jumlah lapangan kerja baru.

Menurut Hatanto, hingga akhir 2017, BP Batam optimistis tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 20 ribu orang mengingat besarnya animo investor asing. Lebih jauh, lanjut Hatanto, penerapan izin investasi 3 jam di BP Batam telah dimanfaatkan 13 perusahaan asing dan menyusul 10 perusahaan lain untuk membangun industri pada Agustus lalu.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia