Laporan Bisnis Properti dari Trade Zone Batam (4)

10 October 2017 12:40

Tak hanya pengembang berskala nasional. Meski terhitung bilangan jari, beberapa pengembang lokal juga sudah mulai masuk ke kelas yang lebih tinggi. Contohnya Royal Property dengan proyeknya Royal Grande (Batam Center).

Di sini harga terendahnya dibanderol mulai Rp538,8 juta untuk ukuran 62/105 m2. Sukses memasarkan Royal Grande, Royal Properti kini juga tengah memasarkan proyek terbarunya yaitu perumahan Royal Bay. Di atas lahan seluas 10 ha, perumahan yang mengusung konsep staycation (tinggal sekaligus berlibur) ini menghimpun 109 unit (dari total 269 unit) rumah dua lantai dengan berbagai pilihan tipe. Mulai dari tipe 128m2 sampai tertinggi tipe 245m2 dengan harga mulai dari Rp2,3 miliar.

Menyusul Royal Properti, ada juga pengembang Putra Karyasindo Perkasa (PKP) yang sejak 2010 telah memasarkan perumahan mewah Grand Summit di kawasan Sekupang, Batam. Perumahan seluas 10,2 ha yang merangkum 74 unit rumah ini berbatasan langsung dengan lapangan golf Southlink. Saat ini yang masih dipasarkan adalah unit rumah seharga mulai dari Rp6,3 miliar untuk Tipe Ebony Summit varian Down Slope (316/713).

Serupa dengan Royal Property, PKP juga tengah mengembangkan cluster terbarunya The Home yang menyasar kalangan menengah. The Home merangkum sebanyak 273 unit dengan harga mulai dari Rp1,9 miliar.

Pollux Properties termasuk salah satu pengembang yang kepincut manisnya potensi Batam yang diterjemahkan dengan mengembangkan Kawasan superblok Meisterstadt Batam yang berkolaborasi dengan keluarga besar BJ. Habibie.
Proyek Meisterstadt Batam dibangun di Jl. A. Yani, di atas lahan seluas 9 hektar dan mencakup 11 menara. Di dalamnya terdapat 8 menara apartemen sebanyak 6.500 unit, kondominium hotel (kondotel), rumah sakit internasional, mal, pertokoan serta perkantoran dengan ketinggian 100 lantai yang saat ini masih dalam proses desain.

Pembangunan proyek Meisterstadt dilakukan dalam 4 fase, di mana pada fase pertama akan menjual VVIP Pass Phase 1, yakni apartemen menara 1 dan menara 2 (The Wunderbar Residences) dengan total 1.575 unit apartemem, termasuk ruko sebanyak 113 unit. Ada tiga tipe unit apartemen yang ditawarkan, yakni tipe one bedroom dengan total luas 24,82 m2, one bedroom plus seluas 42,51 m2, dan tipe two bedroom seluas 51,59 m2. Harganya mulai dari Rp350 juta.

“Saat ini kami sedang memasarkan 2 blok ruko sebanyak 113 unit dengan harga mulai dari Rp3 M. Sebelumnya pada fase pertama kami sukses memasarkan 2 tower dan berhasil sold out 100% dalam waktu satu hari. Nah pada fase kedua yang dimulai pada awal tahun 2017 ini, kami kembali memasarkan tower yang ketiga, saat ini penjualannya sudah mencapai 65%. Sementara, fase ketiga adalah penjualan tower keempat yang rencananya akan dipasarkan pada tahun depan,” ujar Richie Laseduw, General Manager Sales & Marketing Mesterstadt, Batam.

Sebelumnya, mantan Ketua DPD REI Khusus Batam, Djaja Roeslim, menyebutkan, masifnya pertumbuhan perumahan-perumahan baru yang menyasar segmen kelas menengah atas di Batam dalam tiga tahun terakhir, menyusul berekspansinya sejumlah pengembang nasional ke Kawasan Batam.

Bagi Djaja, kondisi ini tentu menjadi sangat positif, sebab dengan masuknya para pengembang tersebut menunjukkan jika Batam merupakan salah satu kawasan yang memiliki banyak kelebihan. “Misalnya, letak Batam yang sangat strategis dekat dengan Singapura, kedua, harga perumahan disini relatif jauh lebih murah dibanding Singapura yang sudah sangat mahal. Sekarang kembali kepada kita, mampu tidak untuk menangkap peluang dan menampung mereka yang memang bisa membeli.”

Dirinya pun tak menampik, dengan masuknya pengembang nasional, secara tidak langsung turut mendongkrak harga lahan dan memacu para pengembang lokal untuk membuat produk yang lebih baik dan berkualitas. Sehingga, nantinya secara keseluruhan produk properti di Batam dapat terus meningkat dan membuat perkembangan properti di sini semakin baik.

Tak hanya itu, menurut Djaja, berkembangnya perumahan kelas menengah atas menunjukkan kalau pasar perumahan tersebut sudah mulai diterima pasar. Meski pun, sebut Djaja, pangsa pasar terbesar Batam sebenarnya adalah properti menengah di harga Rp250 juta – Rp800 juta per unit. Sebab, di pasar inilah pengembang lokal banyak mengisi.

Senada dengan Djaja, Ketua REI Batam Achyar Arfan mengatakan, pasar properti Batam masih cukup prospektif karena sasarannya tidak hanya ditujukan untuk warga Batam saja, namun juga daerah-daerah lain secara nasional serta asing. “Batam ini punya koneksi penerbangan ke-15 kota lain di Indonesia.

Karenanya, target market properti di Batam tidak hanya lokal saja, tetapi juga daerah lain,” kata Achyar. Terlebih lagi, menurut Achyar, Batam memiliki potensi dari konsumen asing yang saat ini masih belum tergarap maksimal, meskipun sudah ada PP yang mengaturnya. MPI Riz/DW

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia