Laporan Utama MPI edisi Mei 2018 Membaca Arah Bisnis Properti

31 October 2016 13:14

Majalah Properti Indonesia edisi Mei 2018 telah beredar. Laporan utama mengulas tentang membaca arah bisnis properti. Disebutkan beberapa pengembang sukses membukukan penjualan positif pada kuartal i 2018. Di satu sisi, sejumlah pengembang justru mengaku jika kinerja penjualan masih belum begitu menggembirakan. Saatnya berinvestasi atau menjual properti?

Majalah Properti Indonesia mencatat, meski sejumlah pengembang berhasil membukukan kinerja postif, pada quartal 12018 bukan berarti secara umum sektor properti dalam negeri sudah kembali rebound. Bebeberapa pengembang, khususnya di daerah masih belum bisa lepas dari bayang-bayang perlambatan.
PT Pakuwon Jati Tbk. adalah salah satu pengembang yang mencatat perlambatan tersebut. Pada kuartal I 2018, pra penjualan pengembang Gandaria City ini sebesar Rp605,14 miliar atau turun 7,4% dari periode yang sama di 2017. Pengembang PT Pikko Land Development, Tbk termasuk yang mengeluhkan pelemahan tersebut.

Dilansir Pasardana.id, Direktur Utama PT Pikko Land Developmen, Nio Yantony, mengatakan, sekitar seribuan unit apartemen milik Perseroan belum terjual karena terdampak pelemahan daya beli.

”Pasar properti khususnya high rise kelas menengah belum pulih seperti permintaan tahun 2015,” ujar Nio. Dirinya menambahkan unit-unit yang belum terjual tersebut memiliki rentang harga mulai dari Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar. Karena itu, pihaknya tidak akan menaikkan harga jual. ”Harga jual masih sama seperti tahun lalu. Kalaupun naik, hanya 10%,” ujarnya.

Pengembang lain, Ciputra Group misalnya Sepanjang Kuartal I 2018, berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp1,61 triliun atau setara 20,9% dari total target yang ditetapkan perusahaan tahun ini yaitu Rp7,7 triliun. Pencapaian tersebut meningkat 33% dari periode yang sama tahun 2017.

Disusul PT Bumi Serpong Damai Tbk yang mampu mengantongi pra penjualan sebesar Rp2,52 triliun selama Januari-Maret 2018, atau sekitar 35% dari target Rp7,2 triliun tahun ini. Pencapaian tersebut tumbuh 58% dari kuartal I 2017 yang hanya membukukan pra penjualan Rp1,59 triliun. Kontribusi tersebut berasak dari penjualan rumah tapak sebesar 26%, tanah kavling 26%, apartemen 28%, dan ruko 8%.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia