Laput MPI Edisi Juli 2017: “Outlook Properti Semester II 2017. Saatnya Properti Bangkit”

06 July 2017 09:46

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan liputan Utama (Fokus) tentang Outlook Bisnis Properti Semester 2 2017. Disebutkan bahwa sejumlah bebijakan pemerintah diharapkan bisa mendorong laju bisnis properti Di semester ii 2017. Program kolaborasi antara pengembang dan perbankan juga Diharapkan bisa membantu mendorong penguatan daya beli masyarakat.

Pengamat dan pelaku industri pro perti optimis pasar properti di semester II 2017 akan semakin membaik. Setidaknya ada tiga pendorong yang berasal dari kebijakan pemerintah dan regulator yang bisa mendorong tumbuhnya permintaan properti di pasar dan membuat laju bisnis properti lebih kencang.

Pertama, kebijakan tax amnesty yang akan masih memberikan efek kenaikan penjualan properti dalam 2-3 tahun ke depan lantaran masih adanya dana repatriasi yang belum dibelanjakan atau ditempatkan oleh pemiliknya. Kedua, relaksasi Loan to Value (LTV) atau Financing to Value (FTV) yang mendorong permintaan sektor perumahan dan membantu percepatan proyek pengembang.

Ketiga, kebijakan paket ekonomi yang dibuat Presiden Joko Widodo, dimana tujuh dari 14 paket ekonomi Jokowi-JK bersentuhan dengan industri properti. Paket kebijakan ekonomi tersebut, diantaranya kemudahan kepemilikan asing, penghapusan pajak ganda REIT, properti & infrastruktur, dan kelonggaran perizinan.

Selain ketiga pendorong itu, terkendalinya tingkat infl asi 5,1% dengan nilai tukar rupiah yang bercokol di level Rp13,200 per dollar Amerika Serikat diyakini bakal memperkuat sinyal per baikan ekonomi nasional pada semester II – 2017. Kondisi ini menambah optimisme sejumlah kalangan bahwa sektor properti dan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) segera tumbuh signifi kan.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).