Majalah Properti Indonesia edisi Desember 2017: “Outlook 2018: It’s Time To Buy Property”

06 July 2017 09:46

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Desember 2017 menurunkan ulasan outlook bisnis properti 2018 untuk sejumlah sub sektor; pusat belanja, perumahan, apartemen, perkantoran, hotel dll. Disebutkan ada sejumlah alasan optimisme perkembangan bisnis properti 2018 membaik adalah pembangunan infrastruktur oleh pemerintah demikian massif. Namun juga dibayangi oleh agenda politik yang mulai masuk tahun depan.

Selalu optimis. Begitu nada yang tersirat dari beberapa pembicaraan yang dilakukan Properti Indonesia dengan para pelaku utama di sektor properti menghadapi tahun 2018 mendatang. Pertumbuhan ekonomi yang membaik, mulai meningkatnya daya beli masyarakat serta bergulirnya kebijakan pemerintah untuk mendukung investasi dalam negeri, adalah indikator-indikator yang melandasi optimisme itu.

Indikator positif ini semakin diperkuat dengan beberapa faktor eksternal. IMF dalam World Economic Outlook bulan Oktober 2017 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2018 akan tumbuh menjadi 3,7% lebih tinggi dari 3 tahun sebelumnya. Perbaikan ekonomi dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi China yang berada diatas ekspektasi dengan pertumbuhan di triwulan II sebesar 6,9% (yoy).

Harapan motor penggerak dari sektor ekspor juga masih bisa diandalkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari kenaikan surplus neraca perdagangan bulan Agustus yang menyentuh angka 1,72 Miliar dolar AS. Sepanjang Januari-Agustus 2017 ekspor tumbuh lebih dari 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ekspor yang berkontribusi sebesar 19% terhadap PDB diproyeksi akan terus mengalami kenaikan seiring harga komoditas khususnya batu-bara, minyak mentah dan CPO tumbuh lebih cepat dibanding periode 2014-2016.

Sementara itu motor pertumbuhan yang berasal dari investasi masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup memuaskan. Pada triwulan ke-II 2017 pertumbuhan investasi tercatat sebesar 5,35% (yoy). Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, menuturkan, prediksi pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,1-5,5 persen, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 masih ditopang oleh sektor investasi, konsumsi dan ekspor yang tetap kuat. Terutama dengan naiknya investasi swasta. “Konsumsi rumah tangga 4,9-5,3 persen sedikit lebih baik dari 2017. Investasi diperkirakan 5,6-6 persen di 2018,” ujar Agus pertengahan Juni lalu.

Secara umum, sektor properti di Indonesia diproyeksi masih terkonsentrasi di kawasan Jabodetabek dan para pengembang masih cenderung untuk melanjutkan proyek- proyek properti yang sudah dalam tahap pembangunan atau under-construction, bersamaan dengan pengembangan infrastruktur yang telah dimulai sejak tiga tahun terakhir, khususnya MRT dan LRT. Sementara itu, belum terlihat lagi adanya peluncuran proyek- proyek baru secara signifikan, sehubungan dengan kondisi ekonomi dan pasar properti yang secara umum masih tertekan.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia