Marketing, Menangkap Peluang Lewat Gaya Baru Belanja Properti

04 December 2017 12:31

Berbagai cara dilakukan pengembang properti guna menarik minat calon pembeli. Mulai dari trik konvensional hingga menawarkan gimmick fantastis untuk mendobrak kelesuan pasar. Jaminan sewa memikat, tabungan properti sampai midnight sale adalah beberapa diantaranya.

Kondisi perekonomian yang kurang bergairah sejak tiga tahun terakhir turut berimbas pada sektor properti. Kelesuan ini pun diakui pihak Real Estate Indonesia (REI). Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan industri properti slow down. Salah satunya masyarakat sedang menahan diri sementara waktu untuk membeli properti.

Meski demikian, Soelaeman mengatakan jika investasi di sektor properti sangat menjanjikan. Pasalnya, harga properti akan terus mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi di properti. “Kalau investasi di tahun depan harga sudah naik. Sekarang lah waktunya membeli,” ujar Soelaeman di sela-sela pembukaan pameran properti Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017, 14-24 September 2017 lalu.

Senada dengan Ketum DPP REI, beberapa pentolan properti juga optimis bahwa sektor properti akan bangkit di semester kedua 2017. Seperti disampaikan CEO Lippo Group James Riady dalam ajang penganugerahan bisnis properti belum lama ini. Menurutnya ada 11,4 juta warga yang bekerja, ingin beli rumah dan mampu mencicil namun harganya tidak terjangkau. Angka backlog rumah tersebut
menjadi alasan kenapa pasar properti di Indonesia sungguh besar.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia