Material: Sedia Waterproofing Sebelum Hujan. Pelapis Anti Bocor Dibagi 2; Waterproofing Coating dan Waterproofing Membran. Apa Bedanya?

01 November 2017 16:16

Memasuki musim hujan, bocor dan rembes selalu menjadi masalah yang merepotkan. Mumpung intensitas hujan belum terlalu gencar, ada baiknya mengantisipasi dengan waterproofing atau pelapis anti bocor pilihan.

Salah satu masalah yang kerap dijumpai saat musim hujan adalah rembes dan bocor. Keretakan setipis helai rambut pun kadang bisa menjadi masalah besar karena membuat rembesar air pada tembok melebar. Belum lagi jika kualitas bangunan di bawah standar. Alhasil, justru membuat dinding, lantai, dak, dan atap semakin mudah menyerap air.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, banyak orang yang mempercayakannya pada pelapis anti bocor (waterproof). Namun, seberapa besar keampuhan waterproofing tersebut mampu meredam aksi bocor dan rembes? Sejatinya, waterproofing adalah teknik untuk mengaplikasikan bahan pelapis anti bocor yang lazim digunakan untuk dinding, dak atap, dan plafon.

Sesuai dengan namanya (waterproof), bahan pelapis anti bocor ini digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran pada dinding atau atap bangunan. Cara kerjanya, bahan pelapis yang diaplikasikan akan menutup pori-pori pada permukaan dinding dan atap bangunan, sehingga aliran air akan terhalang untuk menembus dinding atau atap. Secara umum, pelapis anti bocor dibagi menjadi dua, yakni waterproofing coating dan waterproofing membran.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia