Material; Wood Plastic Composite Material Alternatif Pengganti Kayu yang Lebih Tahan Lama

16 May 2018 14:19

Sebagai material alternatif pengganti kayu, Wood Plastic Composite (WPC) menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin menghadirkan kehangatan layaknya nuansa alami berbahan kayu. Selain harga kompetitif, WPC memiliki daya tahan lebih panjang dan minim perawatan.

Dari segi tekstur dan keindahan, material jenis kayu memang tidak tertandingi. Apalagi bagi yang menyukai desain bernuansa alami. Namun, seiring perkembangan zaman, secara perlahan posisi kayu sebagai material bangunan semakin tergeser. Bahkan, beberapa desain hunian bergaya modern mulai menggunakan material pengganti kayu untuk memperindah tampilan interior maupun eksterior bangunan.

Dengan mengggunakan material pengganti kayu yang dikenal dengan kayu komposit, interior maupun eksterior bangunan tetap memiliki keindahan, nuansa alami serta kehangatan dari ekspos untuk kayu yang dihadirkan. Di Indonesia sendiri kayu komposit sudah relatif mudah ditemukan, meski pemain besarnya masih terhitung jari tangan.

Semakin Popular

Di Eropa dan Amerika, kayu komposit yang akrab disebut WPC sudah banyak diaplikasikan untuk berbagai keperluan interior dan eksterior bangunan. WPC pertama kali diperkenalkan di Amerika Utara pada awal tahun 90-an, sebagai bahan pengganti deck kayu. Hingga akhirnya isu global terkait produksi kayu yang terus menurun menjadikan WPC semakin popular.

Biasanya, penggunaan material kayu untuk outdoor sangat riskan terhadap cuaca, apalagi iklim di Indonesia yang cenderung lembab dan basah dengan mudah mengundang rayap datang. Tak jarang pengroposan pun terjadi sehingga membuat material tersebut pecah-pecah dan terlihat jelek. Pengaruh intensitas cahaya matahari juga membuat warna albino pada kayu karena pengaruh sinar UV dari matahari yang menyebabkan perubahan warna.

Kayu komposit tidak bisa disamakan dengan bahan partikel board seperti pada lemari dan meja belajar berbahan baku serbuk gergaji yang dipadatkan dengan perekat, sehingga sangat rentan terhadap air dan gampang rontok. Kayu komposit merupakan serbuk kayu atau yang disebut serat selulosa kayu (bukan serbuk gergaji) yang begitu halus dan diresinisasi dengan thermoplastic serta dicetak kembali menjadi kayu dengan uliran serat layaknya kayu asli.

Bahan sintetis thermoplastic seperti PVC, PP, PE dan sebagainya, merekatkan serbuk selulosa kembali dan terjaga dari pengaruh iklim dan cahaya. Tentunya perlu waktu bertahun-tahun untuk kropos dari pengaruh air. Pilihannya pun beragam. Kayu komposit yang terbuat dari bahan sintetis juga telah teruji sehingga bebas dari bahan toxic dan aman buat si kecil.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia